Kekuatan Dollar AS Sesi Asia 13 Juli Terpangkas Optimisme Brexit

266

Ditengah  perdagangan forex sesi Asia hari Rabu (13/7) dollar AS bergerak lemah terhadap banyak rival-rival utamanya kecuali kurs komoditas. Semaraknya perdagangan saham global merespon kondisi politik di Inggris dan kondisi ekonomi di Jepang memberikan sentimen positif bagi pergerakan euro, poundsterling dan juga yen.

Kondisi politik di Inggris tenang kembali ketika dipastikan calon kuat Theresa May menggantikan posisi PM David Cameron yang akan diputuskan hari ini oleh parlemen. Pudarnya dampak Brexit semakin kuat tatkala pernyataan Mark Carney sebagai gubernur BOE dihadapan parlemen yang mengatakan tidak akan terjadi krisis moneter seperti di tahun 2008-2009 di negara Inggris disaat keluar dari Uni Eropa.

Untuk penguatan yen terhadap dollar AS pagi ini terjadi sebagai profit taking pasar akan pair USDJPY merespon sentimen diatas, setelah perdagangan sebelumnya pair menguat merespon paket stimulus yang akan digelontorkan PM Shinzo Abe

Terhadap kurs komoditas seperti aussie dan kiwi dollar, dollar AS menguat kembali setelah perdagangan semalam melemah oleh penguatan harga minyak mentah. Namun pagi ini laporan API yang menyatakan pasokan minyak AS meningkat 2,2 miliar barel.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama perdagangan sesi Asia pagi  ini bergerak negatif   setelah dibuka pada posisi 96,49  dan bergulir pada posisi 96,44. Perdagangan sebelumnya indeks dollar AS hari Selasa  menguat hingga  0,4 persen.

Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here