Pasar Asia Pasifik Naik, Pound Menguat Pasar Tunggu Pelantikan PM Baru Inggris

319

MSCI Asia Pacific Index naik 0,7 persen pada 11:47 waktu Tokyo dan Indeks Topix Jepang naik 1,3 persen.
Abe telah memerintahkan menteri ekonomi untuk mengkompilasi langkah-langkah stimulus bulan ini, sementara surat kabar Sankei melaporkan pejabat pemerintah sedang mempertimbangkan “helicopter money” sebagai pilihan kebijakan.

Mata Uang

Yen menguat 0,5 persen menjadi 104,14 per dolar, setelah meluncur lebih dari 4 persen selama dua hari terakhir. Pound naik 0,3 persen menjadi $ 1,3287.

Perdana Menteri Inggris David Cameron akan menghadapi pertanyaan di parlemen untuk terakhir kalinya sebagai perdana menteri pada siang hari di London sebelum melakukan perjalanan ke Istana Buckingham di sore harinya untuk menginformasikan Ratu Elizabeth II tentang pengunduran dirinya. Ratu kemudian akan meminta Theresa May untuk membentuk pemerintahan.

Won Korea Selatan naik 0,2 persen, sedangkan dolar Australia dan Selandia Baru melemah sebelum data perdagangan Tiongkok di rilis yang diperkirakan akan menunjukkan penurunan dalam nilai ekspor dan impor untuk bulan Juni. Ketiga negara itu memperhitungan Tiongkok sebagai pasar ekspor No 1 mereka.

Yuan menguat 0,12 persen menjadi 6,6891 per dolar AS di Hong Kong, memperpanjang rebound dari level terendah enam bulan yaitu dari 6,7084 per dola, yang dicapai pada hari Jumat. Penguatan yen ini mendorong spekulasi bahwa bank sentral Tiongkok akan membatasi pasokan uang di pasar seperti yang pernah terjadi pada bulan Januari untuk menghentikan penurunan yuan untuk rendah lima tahun.

Komoditas

Tembaga naik 1,9 persen di London, telah naik sebanyak 3,9 persen selama tiga hari perdagangan terakhir. Nikel naik ke tertinggi sejak Oktober, didukung oleh kemungkinan pengurangan pasokan di Filipina, penambang teratas dunia.

Minyak mentah turun 1 persen menjadi $ 46,33 per barel, setelah melompat 4,6 persen pada Selasa. Data industri AS menunjukkan stok minyak mentah AS meningkat 2,2 juta barel pekan lalu yang menambah kekhawatiran dunia tentang kelebihan pasokan global. Data pemerintah Rabu diperkirakan menunjukkan persediaan meluncur.

Obligasi

Utang Australia jatuh untuk hari kelima, dengan imbal hasil obligasi 10-tahun naik empat basis poin menjadi 1,98 persen. Imbal hasil utang jatuh tempo yang sama di Hong Kong dan Selandia Baru juga naik setidaknya dua basis poin.

Selasti/ VMN/VBN/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here