Bursa Eropa Bergerak di Zona Merah Tertekan Serangan Nice Perancis

291

Bursa Saham Eropa diperdagangkan dalam zona merah pada hari Jumat tertekan sentimen serangan di Nice, Perancis, yang menewaskan sedikitnya 84 orang.

Indeks Pan-Eropa STOXX 600 datang dari posisi terendah sesi, turun 0,2 persen dengan sektor-sektor mencatat kerugian yang tajam.

Indeks FTSE berada pada 6.641,27, turun -13,20 poin atau -0,20%

Indeks DAX berada pada posisi 10.041,08, turun -27,22 poin atau -0,27%

Indeks CAC berada pada posisi 4.360,97, turun -24,55 poin atau -0,56%

Indeks IBEX 35 berada pada posisi 8.517,90, turun -34,40 poin atau -0,40%

Pasa hari Kamis, seorang pria mengendarai truk dengan kecepatan tinggi menembus kerumunan di Nice, di Prancis Selatan, selama perayaan Bastille Day, membawa korban setidaknya 84 orang tewas dan sekitar 18 dalam kondisi kritis. Penyerang tewas. Presiden Prancis Francois Hollande memperpanjang keadaan darurat di Perancis selama tiga bulan.

Serangan itu menghantam sentimen investor yang sudah rapuh pada hari Jumat, yang baru mulai pulih setelah Perdana Menteri Inggris yang baru Theresa Mei membentuk kabinet, membantu U.K. bergerak menuju stabilitas politik.

Sektor Wisata dan Rekreasi adalah salah satu sektor berkinerja terburuk menyusul serangan di perancis. Kelompok hotel Accor Perancis dan Air France-KLM turun 2 persen atau lebih dalam perdagangan. Maskapai penerbangan lain seperti Easyjet, Ryanair dan IAG juga melemah tajam.

Harga minyak juga mengalami tekanan di perdagangan London karena kekhawatiran baru atas kekenyangan minyak mentah dan produk olahan di pasar, lanjut membebani sentimen investor. Brent dan WTI AS berdua di zona merah, melayang sekitar $ 47,25 dan $ 45,50 masing-masing.

Lihat : Harga Minyak Mentah Sesi Eropa Tertekan Kekuatiran Kekenyangan Global

Tetapi pada saat yang sama, sentimen investor telah didorong dalam beberapa hari terakhir dengan antisipasi pelonggaran kebijakan moneter dari bank sentral global di seluruh dunia. Meskipun Bank of England mempertahankan suku bunga utamanya pada 0,5 persen pada Kamis, pasar berharap bahwa penurunan suku bunga masih bisa berlanjut. Berikut berita bank sentral, sterling melonjak terhadap dolar pada hari Kamis, dan terus membukukan keuntungan pada hari Jumat, naik $ 1,3397 sekitar 12:45 waktu London.

Sementara itu, perekonomian Tiongkok tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan pada kuartal kedua dengan produk domestik bruto tumbuh 6,7 persen, membantu meredakan kekhawatiran tentang masalah di ekonomi terbesar kedua di dunia. Berikut data, Asia pasar ditutup mixed dengan sebagian besar menguat pada Jumat.

Sementara itu, pembuat jam tangan mewah Swatch Grup memperingatkan pada hari Jumat bahwa laba semester pertama akan jatuh 50 sampai 60 persen dengan kekhawatiran bahwa serangan di Nice lanjut bisa membebani penjualan dalam waktu dekat. Saham perusahaan Swiss turun sebanyak 12 persen sebelum menahan keuntungan, saat ini turun 9 persen, sebagai pemain terburuk di Eropa.

Berita itu juga menyeret sejumlah saham mewah lainnya. Rival pembuat jam Swiss Richemont turun lebih dari 3 persen sementara desainer Perancis busana rumah LVMH dan Christian Dior juga diperdagangkan lebih rendah.

Sejumlah saham Perancis lainnya juga terkena akibat dampak dari serangan Nice. Produsen mobil Peugeot Citroen lebih rendah juga pembuat mobil Faurecia dan Valeo.

Dalam berita perusahaan lain, perusahaan obat dan agrichemical Jerman Bayer menaikkan tawaran untuk Monsanto oleh $ 3, $ 125 per saham, setelah mengatasi kekhawatiran Monsanto atas pembiayaan. Saham Bayer sedikit lebih rendah.

Dan Airbus mengalahkan rival Boeing di Farnborough Airshow dalam hal pesanan baru, namun saham telah diperdagangkan lebih rendah.

Saham BP yang sedikit lebih rendah setelah sepakat untuk biaya $ 5200000000 baru yang terkait dengan tumpahan 2010 Teluk Meksiko, sehingga total biaya insiden bagi perusahaan untuk sekitar $ 61600000000.

Saham Unicredit lebih tinggi setelah mengatakan dapat meninjau pasar di mana ia beroperasi tetapi akan mempertahankan identitas Eropa, menurut sebuah wawancara dengan Chief Executive Jean-Pierre Mustier di surat kabar Il Sole 24 Ore.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Eropa akan bergerak lemah tertekan kekuatiran serangan di Nice, Perancis.

Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here