Dolar AS Lemah, Bursa Global Kuat Setelah Keputusan BOE

323

Bursa saham AS ditutup pada tingkat rekor baru pada akhir perdagangan Jumat dinihari tadi setelah Bank of England mengisyaratkan kebijakan moneter yang lebih longgar bulan depan dan laporan laba emiten membukukan hasil positif. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup tertinggi sepanjang sejarah untuk tiga hari berturut pada 18,506.41, naik 0,73 persen, dengan keuntungan tertinggi saham Goldman Sachs. Indeks S & P 500 ditutup pada rekor tertinggi sepanjang masa pada 2,168.99, berakhir hari naik 0,53 persen, dengan sektor bahan dan industri memimpin sembilan sektor yang lebih tinggi. Indeks Nasdaq ditutup naik 0,57 persen pada 5,034.06 untuk hari positif keenam dalam tujuh hari, didukung kenaikan saham Apple 2 persen.

Bursa Asia pagi ini dibuka menguat menikuti kenaikan bursa Wall Street yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dan penantian rilis banjir data Tiongkok. Terpantau Indeks Nikkei naik 0,53% pada 16.471,93. Indeks ASX 200 naik 0,20 % pada 5.427,80. Indeks Kospi naik 0,36% pada 2.015,99.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan dinihari tadi berakhir naik 2 persen, di 45,68 dollar per barel terdukung pelemahan dollar AS, sehari setelah minyak mentah berjangka terpukul oleh permintaan AS yang lemah untuk bahan bakar selama musim panas. Harga minyak mentah pada perdagangan selanjutnya berpotensi naik jika pelemahan dollar AS terus  berlanjut.

Sedangkan harga emas spot pada perdagangan dinihari tadi berakhir turun 0,7 persen pada 1,333.31 dollar per tory ons, terpicu penguatan pasar saham Wall Street setelah Bank of England (BoE) mengejutkan para investor dengan mempertahankan suku bunga tidak berubah. Harga emas pada perdagangan selanjutnya berpotensi turun dengan potensi penguatan bursa global setelah keputusan BOE. Namun perlu dicermati pergerakan dollar AS yang jika terus melemah dapat mengangkat harga emas.

Dari pasar valas, Dolar AS naik mendekati tiga minggu terhadap yen pada hari Kamis dan jatuh mendekati level terendah dua minggu terhadap sterling, setelah keputusan mengejutkan dari Bank of England mempertahankan suku bunga tetap. EURUSD naik 0.27% pada 1.1119. GBPUSD naik 1.5 % pada 1.3341.  USDJPY naik 0.85 %, pada 105.34. Dollar AS diperkirakan akan bergerak melemah terhadap sterling dengan keputusan Bank of England mempertahankan suku bunga tetap dan meredanya ketidakpastian politik Inggris.

Dari pasar modal Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Kamis (14/07) berakhir turun 0,98 persen pada 5083.54. Pelemahan IHSG terganjal aksi profit taking investor lokal.. Penguatan bursa global dan naiknya cadangan devisa Indonesia bulan Juni dapat memberikan sentiment positif bagi IHSG.   IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5049-5131 dan resisten 5081-55084. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: WIKA, ICBP, SMGR dan SMRA..

Data indikator ekonomi yang perlu dicermati hari ini adalah PDB Kuartal kedua, Fixed Asset Investment, Produksi Industri, New Yuan Loans Tiongkok, Business Confidence Hong Kong, Data Perdagangan, Inflasi Zona Eropa, Pidato Mark Carney , Inflasi, Retail Sales, Consumer Sentiment, Produksi Industri AS, Retail Sales Singapura, Data perdagangan Indonesia.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here