Harga CPO 15 Juli Berakhir Naik 1 Persen

303

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan akhir pekan Jumat (15/07) berakhir naik. Kenaikan harga CPO terdorong penguatan data ekonomi Tiongkok.

Ekonomi Tiongkok tumbuh 6,7 persen pada kuartal kedua dari tahun sebelumnya, stabil dari kuartal pertama dan sedikit lebih baik dari yang diperkirakan karena pemerintah meningkatkan upaya untuk menstabilkan pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia ini.

Analis yang disurvei oleh Reuters telah memperkirakan produk domestik bruto (PDB) akan turun menjadi 6,6 persen pada kuartal kedua, yang akan menjadi terlemah sejak krisis keuangan global.

PDB kuartal kedua naik 1,8 persen secara kuartal-ke-kuartal, kata biro statistik pada hari Jumat (15/07), juga lebih baik daripada perkiraan ekonom.

Lihat : Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Kuartal Kedua Stabil 6,7 Persen

Penjualan ritel untuk bulan Juni di Tiongkok naik 10,6 persen pada tahunan, produksi industri untuk Juni tumbuh 6,2 persen pada tahunan, sementara investasi aktiva tetap untuk periode Januari-Juni naik 9 persen pada tahun, menurut Reuters.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini berakhir mengalami kenaikan. Harga kontrak September 2016 yang merupakan kontrak paling aktif menguat sebesar 30 ringgit atau 1,3 persen dan diperdagangkan pada posisi 2.279 ringgit per ton.

Lihat : Harga CPO 14 Juli Turun Terganjal Penguatan Ringgit

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya akan mencermati pergerakan Ringgit dan harga minyak mentah.

Harga CPO berjangka kontrak Agustus 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level Support pada posisi 2.230 ringgit dan 2.180 ringgit. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi kenaikan harga ada pada posisi 2.330 ringgit dan 2.380 ringgit.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here