Indeks Kospi 18 Juli Berawal Flat Terpengaruh Pergerakan Wall Street dan Won

253

Pada awal perdagangan bursa saham Korea Selatan awal pekan Senin (18/07) indeks Kospi dibuka flat, saat ini terpantau turun tipis 0,02 persen, pada 2016,78. Pergerakan flat indeks Kospi mengikuti pergerakan flat bursa Wall Street dan pelemahan Won.

Lihat : Bursa Seoul 15 Juli Ditutup Positif; Mingguan Naik Hampir 3 Persen

Bursa Saham AS ditutup flat, dengan sebagian besar turun tipis pada akhir perdagangan akhir pekan sabtu dinihari, karena rally besar di Wall Street mereda.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 10,14 poin lebih tinggi, atau 0,05 persen, ke 18,516.55. Indeks S & P 500 ditutup 2,01 poin lebih rendah, atau 0,09 persen, pada 2,161.74. Indeks Nasdaq berakhir 4,47 poin lebih rendah, atau 0,09 persen, pada 5,029.59.

Lihat : Bursa Wall Street Akhir Pekan Berakhir Flat

Pagi ini terpantau mata uang Won melemah. Mata uang lokal diperdagangkan pada 1,134.45 won terhadap dolar AS, turun 0,85 won dari penutupan sesi sebelumnya.

Pada awal perdagangan pagi ini saham kapital besar mixed. Saham Samsung Electronics menambahkan 0,53 persen, dan saham pembuat chip global yang SK Hynix naik 0,46 persen.

Sedangkan saham AmorePacific, pembuat kosmetik terbesar, merosot 0,59 persen. Demikian juga saham produsen top permobilan Hyundai Motor turun 0,75 persen, dan afiliasi yang lebih kecil saham Kia Motors diperdagangkan 1,07 persen lebih rendah.

Saham POSCO, perusahaan baja No.1, maju 1,11 persen. sedangkan saham Naver, operator portal Internet negara atas, naik 0,98 persen.

Sedangkan untuk indeks kospi berjangka terpantau naik 0,25 poin atau 0,10% pada 251.50, naik dari posisi penutupan sebelumnya pada 251.25.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya indeks Kospi akan bergerak sideways menantikan arahan penguat. Jika mata uang Won terus melemah akan menekan indeks Kospi. Indeks Kospi diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 248.47-245.44 dan kisaran Resistance 254.40-257.57.


Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here