Bursa Wall Street Capai Rekor Tertinggi; Harga Komoditas Merosot

362

Bursa Saham AS ditutup di tertinggi sepanjang masa akhir perdagangan Selasa dinihari tadi dengan hasil kuartalan Bank of America membangkitkan kepercayaan investor mencermati laporan laba emiten.  Indeks Dow Jones ditutup pada rekor tinggi 18,533.05, naik 0,09 persen dengan kenaikan tertinggi Saham DuPont dan Home Depot. Indeks S & P 500 ditutup pada rekor baru 2,166.89, naik sekitar 0,25 persen, dipimpin sektor teknologi informasi dan konsumen. Indeks Nasdaq berakhir 0,52 persen lebih tinggi untuk penutupan tertinggi tahunan pada 5,055.78.

Bursa Asia pagi ini dibuka mixed dengan tarik menarik sentiment, dimana penguatan bursa Wall Street menghadapi sentiment negative lainnya. Terpantau Indeks Nikkei naik 0,70% pada 16.613,31. Indeks ASX 200 naik 0,10 % pada 5.464,10. Indeks Kospi turun 0,17% pada 2.017,58.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan dinihari tadi berakhir turun 1,6 persen, pada 45,24 dollar per barel karena meningkatnya persediaan minyak mentah dan bahan bakar memperkuat kekhawatiran kekenyangan pasokan. Harga minyak mentah pada perdagangan selanjutnya berpotensi naik jika pelemahan dollar AS terus  berlanjut.

Sedangkan harga emas spot pada perdagangan dinihari tadi berakhir turun 0,6 persen pada 1,329.40. dollar per tory ons, terpicu penguatan pasar saham Wall Street. Harga emas pada perdagangan selanjutnya berpotensi turun dengan potensi penguatan bursa global.

Dari pasar valas, Dolar AS naik terhadap yen pada hari Senin, mendekati tiga minggu tinggi, karena melemahnya permintaan safe haven setelah gagalnya kudeta militer di Turki. Sedangkan Pound Inggris naik setengah persen setelah anggota kebijakan Bank of England Martin Weale mengatakan ia tidak yakin tentang perlunya penurunan suku bunga pada bulan Agustus. EURUSD naik 0.42% pada 1.1074. GBPUSD naik 0.60 % pada 1.3253.  USDJPY naik 1.25 %, pada 106.14. Dollar AS diperkirakan akan melanjutkan penguatan terhadap Yen dengan meredanya kekuatiran geopolitik.

Dari pasar modal Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Senin (18/07) berakhir naik 0,3% ke posisi 5127,58. Penguatan IHSG terdorong penguatan Rupiah dan kenaikan harga minyak mentah. Penguatan bursa Wall Street dan positifnya data ekonomi Indonesia dapat memberikan sentiment positif bagi IHSG.   IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5079-5103 dan resisten 5142-5157. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: BBTN, WSKT, SRIL dan UNVR.

Data indikator ekonomi yang perlu dicermati hari ini adalah Harga produksi Korsel, Risalah Meeting RBA, Unemployment Rate Hong Kong, Inflation Rate Inggris ZEW Economic Sentiment Jerman dan Zona Eropa serta Data perumahan AS.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here