Morgan Stanley: Suku Bunga Amerika Serikat Tidak Akan Naik Hingga 2018

360

Setelah bank sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunganya pertama kali setelah hampir dalam satu dekade tidak dinaikkan pada bulan Desember 2015, Federal Reserve merencanakan kenaikan suku bunga lanjutan pada tahun 2016 sebanyak 4 kali.

Namun waktu terus bergulir dan pasar keuangan global kini berada di posisi pertengahan tahun, tetapi Fed rate masih belum naik juga meskipun beberapa kali bank sentral tersebut memberikan sinyal. Pada pertemuan FOMC atau komite pembuat kebijakan bank sentral tersebut terakhir pada bulan Juni mengisyaratkan suku bunga belum dinaikkan sampai kondisi ekonomi global mendukung. Sebelumnya Federal Reserve berkeyakinan dapat menaikkan suku bunga acuannya menimbang kondisi ekonomi negara tersebut yang sudah bangkit.

Menyikapi keyakinan Fed tersebut, Morgan Stanley sebagai bank investasi terkemuka dunia yang berpusat di Amerika Serikat hari Senin (18/7) merilis outlook terbaru mereka tentang ekonomi Amerika Serikat. Dan hasil dari penilitian lembaga ini cukup mengejutkan, dimana bank sentral Amerika atau Federal Reserve  tidak akan dapat menaikkan suku bunganya tahun ini ataupun  tahun depan karena pertumbuhan ekonomi AS akan menurun.

Pernyataan ini disampaikan oleh  Andrew Lembar sebagai salah satu chief  ahli strategi investasi  Morgan Stanley seperti yang dikutip dari beberapa media setempat. Andrew berkata “jangan harapkan kenaikan suku bunga Fed hingga tahun 2018”. Morgan Stanley memberikan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS tahun 2017 hanya 1,5% sedangkan pendapat banyak ekonom 2,3%.

Morgan Stanley melihat suku bunga yang rendah mendongkrak keuntungan investasi di pasar saham dan lembaga ini melihat bursa saham emerging market lebih tinggi keuntungannya sekarang dibandingkan dengan bursa saham Amerika sendiri. Karenanya Morgan Stanley berkeyakinan pertumbuhan ekonomi negara emerging market akan meningkat.

Proyeksi Morgan stanley terhadap ekonomi AS ini cukup buruk dan sangat berbeda dengan pendapat ekonom yang ada di Amerika lainnya. Bank yang berpusat di kota New York ini melihat fundamental  konsumen AS lebih lemah, seperti   pertumbuhan pendapatan yang relatif lamban. Selain itu Morgan Stanley juga melihat pengeluaran pemerintah AS akan meningkat hanya 0,6% pada tahun 2017.

 

Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here