Harga Gula ICE Turun Tertekan Penguatan Dollar AS

465

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York Kamis dini hari (21/07) berakhir turun dengan pedagang mencermati tarik menarik sentimen pergerakan harga gula.

Dolar AS mencapai level tertinggi selama empat bulan, masih diuntungkan dari data pada Selasa menunjukkan pembangunan perumahan AS melonjak lebih dari yang diharapkan pada bulan Juni, yang mendukung kekuatan dalam ekonomi AS.

Penguatan dollar AS menekan pergerakan harga gula. Namun sentimen bullish defisit produksi gula menahan harga gula jatuh lebih jauh.

DATAGRO, sebuah konsultan pertanian berbasis di Brazil, membuat revisi ke bawah perkiraan pada penghancuran tebu Brasil, mengutip dampak negatif dari cuaca kering dan cuaca es potensial Jumat ini.

Awal tahun ini, banyak broker dan analis komoditas telah satu demi satu mengangkat perkiraan defisit gula mereka sebagai produksi terlihat jatuh di Brazil, India dan Thailand, yang telah didukung rally kuat di harga gula. Namun reli baru-baru ini terhenti karena ketidakpastian tumbuh selama kondisi cuaca di Brasil.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Oktober 2016 terpantau mengalami penurunan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup melemah sebesar -0,08 sen atau setara dengan -0,41 persen pada posisi 19,28 sen per pon.

Lihat : Harga Gula ICE Turun Tipis Terpengaruh Pelemahan Minyak Mentah

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah dengan potensi penguatan dollar AS.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Support pada posisi 18,80 sen dan 18,30 sen. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi kenaikan harga ada pada posisi 19,80 sen dan 20,30 sen per pon.


Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center

Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here