11 Saham Unggulan Yang Gagal Selamatkan IHSG Akhir Pekan

256

Mengakhiri perdagangan saham hari Jumat (22/7), pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan  kembali masuk zona merah  oleh tekanan profit taking lanjutan setelah sempat rally beberapa hari sebelumnya. Sepanjang hari aksi investor asing  tarik modalnya cukup deras melebihi aksi jual  perdagangan sebelumnya hingga  mencetak net sell sebesar Rp230 miliar, namun sepekan ini lebih banyak modal asing masuk dan hari ini merupakan hari kedua modal asing keluar.

Perdagangan akhir pekan, IHSG ditutup melemah 0,4 persen pada 5197 dan indeks saham unggulan LQ45 juga  ditutup turun 0,5 persen pada 895. Pelemahan IHSG hari ini dipicu oleh melemahnya  9  sektor saham yang dipimpin oleh  sektor aneka finance dan industri dasar dengan pelemahan 0,92% dan 0,82% masing-masing. Sektor  yang anjlok lainnya seperti  sektor aneka industri, consumer, infrastruktur, property, trade, agri dan manufaktur.

Saham – saham unggulan yang jatuhkan 9 sektor hingga  masuk zona merah  kembali  seperti saham  BMRI, BBNI, BBRI, BBCA, SMGR, CPIN, KAEF, UNVR, INDF, ASII, TLKM, JSMR, TBIG, BSDE, PTPP, UNTR, BMTR, dan  MNCN.  Sedangkan saham unggulan yang berusaha angkat  sektor tersebut yaitu  saham BBTN, INTP, KLBF, ICBP, GGRM, PGAS, EXCL, ASRI dan AKRA.

Perdagangan hari ini hanya 1 sektor saja yang  masuk zona hijau   yaitu sektor mining yang naik 0,28%. Saham-saham unggulan yang berusaha mengangkat 1 sektor ini yaitu saham INCO dan ANTM. Namun terdapat 3 saham unggulan yang berusaha jatuhkan  sektor ini yaitu ADRO, PTBA dan ITMG.

Lens Hu/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here