Keputusan ECB Kuatkan Emas, Wall Street Dilemahkan Minyak Mentah

302

Bursa Saham AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat dinihari tadi, meruntuhkan kenaikan beruntun sembilan hari Dow, tertekan pelemahan harga minyak mentah dan pasar konsolidasi menjelang pertemuan Fed pekan depan. Indeks Dow Jones ditutup turun 0,42 persen pada 18,517.2, dengan penurunan tertinggi saham Intel. Indeks S & P 500 ditutup turun 0,36 persen pada 5,073.90 dengan sektor Industri dan bahan memimpin delapan sektor yang lebih rendah. Indeks Nasdaq berakhir turun 0,31 persen ke 5,073.90.

Bursa Asia pagi ini dibuka lemah mengikuti pelemahan bursa Wall Street. Terpantau Indeks Nikkei turun 1,02% pada 16.639,06. Indeks ASX 200 turun 0,26 % pada 5.498,20. Indeks Kospi turun 0,17% pada 2.008,75.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan dinihari tadi berakhir turun 2,19 persen, pada 44,75 dollar per barel setelah kenaikan persediaan bensin AS mendorong pasokan di konsumen minyak terbesar dunia ke rekor tinggi, memperkuat kekhawatiran kekenyangan global. Harga minyak mentah pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah dengan sentimen kekenyangan pasokan global. Dan perlu dicermati pergerakan dollar AS yang jika terus melemah akan membantu mengangkat harga minyak mentah.

Sedangkan harga emas spot pada perdagangan dinihari tadi berakhir naik 1,27 persen pada 1,332.30. dollar per tory ons, terpicu pelemahan dolar AS dan bursa Eropa setelah Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga tidak berubah. Harga emas pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat dengan potensi pelemahan bursa global dan dollar AS.

Dari pasar valas, Dolar AS tergelincir dari enam minggu terhadap yen pada hari Kamis setelah Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengatakan BOJ tidak melihat kebutuhan untuk mendorong ekonomi dengan “helicopter money.” EURUSD naik 0.11% pada 1.1025. GBPUSD naik 0.12 % pada 1.3228.  USDJPY turun 0.96 %, pada 105.80. Dollar AS diperkirakan akan melanjutkan pelemahan.

Dari pasar modal Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Kamis (21/07) berakhir turun 0,49 persen pada 5216.97. Pelemahan IHSG terdorong aksi profit taking investor lokal.. Pelemahan bursa global menjadi sentiment negative IHSG hari ini.   IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5178-5198 dan resisten 5253-5288. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: BBRI, SMRA, INCO dan SILO.

Data indikator ekonomi yang perlu dicermati hari ini adalah Business Sentiment Indicator Tiongkok, Nikkei Manufacturing PMI Jepang, Jerman, Inggris, Zona Eropa juga AS.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here