Market Outlook 25-29 July 2016

330

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau masih dalam rally dan sempat menembus level 5200 dengan dana asing terus mengalir dalam posisi beli bersih senilai sampai Rp15.5 triliun dalam 18 hari berturut-turut oleh sentimen positif dari bursa global, sehingga secara mingguan bursa ditutup menguat 1.70% ke level 5,197.25, sempat melaju sampai di 5268 dan kemudian tergerus profit taking. Untuk minggu berikutnya (25-29 Juli), IHSG terlihat dalam posisi waspada profit taking, namun tren penguatan masih mungkin terjadi oleh bursa global yang masih tetap rally. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 5270 dan 5350, sedangkan support di level 5080 dan kemudian 4971.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat dalam koreksi setelah terus menguat sebelumnya sementara mata uang dollar secara global juga sedang menanjak, di mana secara mingguan rupiah terkoreksi terbatas ke level 13,107. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,250 dan 13,560, sementara support di level 13,075 dan 12,990.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting, termasuk pengumuman Federal Funds Rate. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data CB Consumer Confidence pada Selasa malam; dilanjutkan dengan rilis Core Durable Goods Orders m/m dan Crude Oil Inventories pada Rabu malam; kemudian pengumuman Federal Funds Rate pada Kamis dini hari yang diperkirakan masih bertahan di level 0.50%; diikuti dengan data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam; ditutup dengan rilis Advance GDP q/q pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data German Ifo Business Climate pada Senin sore; diteruskan dengan rilis Prelim GDP q/q Inggris pada Rabu sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis Monetary Policy Statement pada Jumat siang.


Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terlihat menguat oleh data ekonomi yang positif lagi dari Amerika, di mana secara mingguan index dollar AS terpantau naik ke level 97.320, pada posisi empat bulan tertingginya. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau turun ke level 1.0974. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.0910 dan 1.0820 sementara resistance pada 1.1166 dan kemudian 1.1426.

Poundsterling minggu lalu terlihat turun ke level 1.3102 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.2794 dan kemudian 1.2700, sedangkan resistance pada 1.3535 dan 1.3840. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 106.14. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 107. 05 dan 111.45, serta support pada 99.99 serta level 96.57. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah tipis ke level 0.7465. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.7405 dan 0.7285, sementara resistance level di 0.7650 dan 0.7720.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat sejalan dengan sentimen penguatan rekor bursa global Amerika. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau mengalami penguatan ke level 16627. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 16830 dan 17250, sementara support pada level 15940 dan lalu 15105. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 21964. Minggu ini akan berada antara level resistance di 22205 dan 22800, sementara support di 21600 dan 20995.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau berlanjut menguat di minggunya yang keempat dengan S&P kembali mencetak rekor tertinggi yang baru oleh data indeks manufacturing yang menunjukkan pertumbuhan. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat ke level 18,563.70, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 18620 dan 19050, sementara support di level 18185 dan 17672. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 2,169.36 –mencetak rekor baru- dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2175 dan 2220, sementara support pada level 2130 dan 2073.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau terkoreksi lagi setelah data ekonomi AS yang baik mengangkat nilai US dollar, sehingga berakhir dalam harga emas dunia yang melemah ke level $1323.45 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1376 dan berikut $1390, serta support pada $1305 dan $1200. Di Indonesia, harga emas terpantau menguat terbatas ke level Rp556,492.

Dinamika pasar terus bergerak secara aktif, naik turun di pasar investasi. Situasi politik di Inggris, tekanan ekonomi di zona Eropa serta China, dan lain sebagainya. Itu yang ramai terjadi dalam pasar financial global dan domestik. Kalau Anda tidak punya waktu banyak kesempatan untuk mengikuti dan mengertikan pergerakan pasar demikian, Vibiznews.com dapat membantu Anda sepenuhnya serta memanfaatkannya untuk keputusan investasi yang lebih akurat. Terima kasih telah bersama kami karena mengingat kami ada demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

alfredBy Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Consulting
Vibiz Consulting Group

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here