Pemerintah Jepang Siapkan Paket Stimulus Dua Kali Lipat dari Rencana

401

Pemerintah Jepang kemungkinan akan menyuntikkan 6 triliun yen ($ 57 miliar) di pengeluaran fiskal langsung ke dalam perekonomian selama beberapa tahun ke depan berdasarkan paket stimulus yang direncanakan, dua kali lipat jumlah yang awalnya direncanakan, surat kabar Nikkei melaporkan pada hari Selasa.

Kementerian Keuangan awalnya menyiapkan 3 triliun yen untuk belanja langsung dari pemerintah pusat dan daerah di bawah draft rencana stimulus fiskal. Namun jumlah tersebut naik dua kali lipat pada permintaan untuk belanja lebih besar oleh pejabat pemerintah dan anggota parlemen partai yang berkuasa, kata Nikkei tanpa mengutip sumber.

Menteri Keuangan Taro Aso kepada wartawan mengatakan pemerintah masih memperdebatkan ukuran stimulus tapi berharap untuk segera membuat keputusan. Sebuah rancangan Rencana diperoleh Reuters, Selasa menunjukkan belanja akan fokus lebih besar pada infrastruktur.

Perdana Menteri Shinzo Abe, meraih kemenangan pemilu besar awal bulan ini, adalah bergantung pada belanja infrastruktur untuk menghidupkan kembali pertumbuhan di tengah kekecewaan bahwa reformasi itu belum cukup untuk meningkatkan perekonomian.

“Instruksi Perdana Menteri adalah untuk fokus pada investasi untuk masa depan,” kata Aso pada konferensi pers.

“Kami membutuhkan paket yang kuat dan komprehensif, tetapi akan mengambil sedikit lebih banyak waktu untuk menyelesaikan itu.”

Ukuran belanja bisa meningkat lebih lanjut karena pemerintah menyediakan rancangan rencana stimulus untuk negosiasi dengan anggota parlemen partai berkuasa pada Selasa, kata laporan Nikkei.

Ukuran total paket, yang bisa diumumkan segera setelah 2 Agustus, bisa melebihi 20 triliun yen kata Nikkei.

Untuk mendanai bagian dari paket, pemerintah akan menyusun anggaran tambahan untuk tahun fiskal saat ini sekitar 2 triliun yen kata surat kabar itu. Sisanya akan dibiayai dalam anggaran untuk tahun fiskal berikutnya dimulai pada bulan April 2017, katanya.

Pertemuan pada anggaran tambahan yang disebut diperkirakan pada Jumat, dengan kabinet membuat keputusan ukuran akhir pada 2 Agustus. Pemerintah pada hari Selasa mengajukan daftar proyek untuk Partai Demokrat Liberal yang berkuasa.

Draft rencana pengeluaran yang diperoleh Reuters menunjukkan rincian dari paket stimulus, yang mengembangkan jaminan pinjaman dan menurunkan suku bunga kredit pada skema pendanaan untuk perusahaan kecil dan menengah.

Bank Jepang untuk Kerjasama Internasional akan menggunakan skema pinjaman untuk mendukung perusahaan kecil yang beroperasi di luar negeri di tengah kekhawatiran bahwa keluarnya Inggris dari Uni Eropa bisa menekan akses kredit.

Pemerintah akan menggunakan investasi publik-swasta untuk mengedepankan pembangunan jalur maglev hingga delapan tahun dan memperluas jaringan kereta peluru konvensional.

Paket ini juga akan berinvestasi di hotel dan meningkatkan transportasi umum untuk menyambut lebih banyak wisatawan, termasuk peningkatan pengunjung diharapkan untuk Olimpiade Tokyo 2020.

Pemerintah berencana untuk meningkatkan belanja infrastruktur untuk meningkatkan ekspor pertanian dan untuk menopang infrastruktur di banyak daerah rawan bencana alam Jepang.

Paket stimulus akan menaikkan gaji untuk para pekerja di tempat penitipan anak dan rumah tua, dua industri yang sedang berjuang untuk menarik pekerja untuk memenuhi lonjakan permintaan.

Draf itu juga menunjukkan pemerintah berencana untuk memperketat penegakan hukum perburuhan untuk mempersempit kesenjangan gaji antara karyawan reguler dan paruh waktu yang melakukan pekerjaan yang sama.

Doni/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here