Saham Agri dan Mining Pimpin 5 Sektor Yang Gagal Jatuhkan IHSG

190

Mengakhiri perdagangan saham hari kedua pekan ini (26/7), pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan  berhasil menguat dengan volume yang tipis oleh lebih besarnya aksi beli investor asing daripada profit taking investor lokal. Penguatan indeks terjadi jelang akhir perdagangan yang disupport  net buy asing sebesar Rp374 miliar.

IHSG ditutup menguat 0,07 persen pada 5224,40 dan indeks saham unggulan LQ45 juga  ditutup naik 0,23 persen pada 902,20. Penguatan IHSG hari ini dipicu oleh menguatnya  5  sektor saham yang dipimpin oleh  sektor infrastruktur dan consumer  dengan penguatan 1,24% dan 0,34% masing-masing. Sektor  yang kuat lainnya seperti  sektor industri dasar, property dan manufaktur.

Saham – saham unggulan yang hijaukan 5 sektor tersebut hingga  masuk teritori positif seperti saham  PGAS, TLKM, INDF, ICBP, KLBF, UNVR, SMGR, CPIN, ADHI, KIJA, BSDE dan WIKA.  Sedangkan saham unggulan yang berusaha lemahkan  sektor-sektor tersebut yaitu  saham GGRM, KAEF, INTP, PTPP dan ASRI.

Lihat: IHSG 26 Juli Berakhir Naik Tipis, Raup 374 Miliar Dana Asing

Untuk 5 sektor  yang  masuk zona merah   yaitu sektor finance, trade, aneka industri, mining dan agri, yang dipimpin oleh sektor agri dan mining dengan pelemahan 1,45% dan 1,12% masing-masing. Saham-saham unggulan yang merahkan 5 sektor ini yaitu saham BMRI, BBCA, AKRA, MNCN, UNTR, ASII, ANTM, ADRO, PTBA, INCO, AALI dan LSIP. Namun terdapat  saham unggulan yang berusaha angkat  sektor ini yaitu saham BBTN, BBRI, BBNI, dan ITMG.

Lens Hu/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here