2 Alasan Poundsterling 29 Juli Lebih Laku Daripada Dollar AS

438

Kurs poundsterling di tengah  perdagangan forex sesi Amerika berhasil bergerak kuat lawan dollar AS setelah pada sesi Asia hingga sesi Eropa hanya bergerak terbatas. Pound melaju cepat malam ini merespon 2 sentimen, pertama respon terhadap data PDB AS kuartal kedua lalu yang kurang mengesankan dan sentimen akan tindakan ekonomi yang dilakukan PM Inggris terbaru Theresa May.

Kantor statistik nasional Amerika Serikat mengumumkan tingkat pertumbuhan ekonomi negara ekonomi terbesar dunia tersebut bertumbuh sedikit dibandingkan dengan kuartal sebelumnya dan jauh dibawah ekspektasi pertumbuhan yang signifikan. Data pertumbuhan yang moderat ini direspon negatif pasar, pasalnya data PDB ini kurang kuat untuk melihat suatu pertumbuhan ekonomi yang sangat kuat dan siap untuk kenaikan Fed rate berikutnya.

Kekuatan rally pound dari dalam negeri datang dari kebijakan prioritas Theresa May terhadap perdagangan bebas dengan negara-negara kawasan Eropa dilanjutkan kembali. Berita yang menarik bagi pelaku pasar global sehingga memberikan dorongan untuk koleksi poundsterling ikutan euro.

Diawal perdagangan forex sesi Amerika hari Jumat (29/7)  pergerakan kurs pound   melaju kencang setelah  dibuka lebih rendah  pada   1.3161 di   awal   perdagangan   (00.00 GMT),  kurs  pound naik  128 pips   atau 1,3 %  dan nilai bergulir  berada pada 1.3295.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika berakhir besok pagi, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair GBPUSD dapat naik  lagi ke kisaran 1.3345-1.3390. Namun jika tidak mencapai kisaran tersebut, pair akan turun kembali ke kisaran 1.3115.

Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here