Harga CPO 3 Agustus Naik 1 Persen Terdukung Pelemahan Ringgit dan Kenaikan Minyak Mentah

433

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan Rabu siang (03/08) terpantau naik. Penguatan harga CPO siang ini terpicu pelemahan nilai tukar Ringgit terhadap dollar AS dan kenaikan harga minyak mentah.

Pada siang ini terpantau dollar AS menguat terhadap Ringgit. Terpantau pasangan dollar AS-Malaysia Ringgit naik 0,80% pada 4.0658.

Pelemahan ringgit menjadikan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih murah bagi pembeli luar negeri sehingga permintaannya meningkat.

Kenaikan harga CPO juga didukung kenaikan minyak mentah pada sesi perdagangan Asia.  

Harga minyak mentah naik tipis pada awal perdagangan sesi Asia Rabu (03/08), didukung oleh melemahnya dolar, namun minyak mentah berjangka AS tetap di bawah $ 40 per barel dan Brent di bawah $ 42 dengan masih berlangsungnya kelebihan pasokan bahan bakar dan perlambatan pertumbuhan ekonomi membebani pasar.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada $ 39,77 per barel pada 0350 GMT (11:50 ET Selasa), naik 26 sen dari pemukiman terakhir mereka namun masih di bawah $ 40 penanda mereka menetap di bawah untuk pertama kalinya sejak April di sesi sebelumnya.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka patokan Internasional Brent berjangka minyak mentah diperdagangkan sekitar $ 42 per barel.

Lihat : Harga Minyak Mentah Sesi Asia Naik Tipis, Tapi Masih Dibawah $40

Kenaikan harga minyak mentah menjadi dorongan sentimen positif yang mendorong harga CPO dalam trend menguat. Penguatan harga minyak mentah membuat bahan bakar alternatif seperti yang dibuat dari CPO meningkat permintaannya.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami kenaikan. Harga kontrak Oktober 2016 yang merupakan kontrak paling aktif menguat sebesar 27 ringgit atau 1,2 persen dan diperdagangkan pada posisi 2.365 ringgit per ton.

Lihat : Harga CPO 2 Agustus Bergerak Lemah Terganjal Kekuatiran Permintaan Tiongkok

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat dengan potensi pelemahan Ringgit.

Harga CPO berjangka kontrak Oktober 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 2.320 ringgit dan 2.370 ringgit. Sedangkan level Support yang akan dites jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 2.320 ringgit dan 2.270 ringgit.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here