Harga Kopi Arabica ICE Turun 1,5 Persen Terpicu Penurunan Penjualan di Brazil

314

Harga kopi arabica berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York pada penutupan perdagangan Rabu dini hari (03/08) berakhir turun. Pelemahan harga kopi arabica terpicu menurunnya penjualan di Brazil.

Harga kopi arabica berakhir lebih rendah pada Selasa, membalikkan keuntungan sebelumnya, bahkan dolar AS yang lemah tidak bisa memikat roaster untuk membeli lebih banyak kopi.

Produsen telah lambat untuk menjual karena mereka duduk nyaman di kontrak keluar tahun lalu ketika mata uang lokal di negara-negara penghasil melemah terhadap dolar, mendorong rekor ekspor dan penjualan ke depan. Akibatnya, persediaan di negara-negara produsen turun dan banyak roaster baik memiliki cukup persediaan atau mendapatkan tawaran untuk kopi tua yang mereka anggap terlalu tinggi, menurut broker kopi fisik.

Penjualan kopi dari Brazil, wilayah produsen terbesar di dunia, turun 26,7% tahun-ke-tahun pada bulan Juli, menurut Departemen Perindustrian, Perdagangan dan Jasa Brazil.

Lihat : Harga Kopi Arabica Merosot Hampir 2 Persen Tertekan Penguatan Dollar AS

Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak paling aktif bulan September 2016 ditutup turun pada posisi 1,4125 dollar, turun sebesar -2,20 sen atau setara dengan -1,53 persen.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga kopi arabika berjangka di ICE Futures New York pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat dengan potensi pelemahan dollar AS dengan memudarnya harapan kenaikan suku bunga AS. Harga kopi arabika berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk mengetes level Resistance di posisi 1,4400 dollar dan 1,4700 dollar. Sedangkan level Support yang akan dihadapi jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 1,3800 dollar dan 1,3500 dollar.


Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center

Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here