Harga CPO 8 Agustus Terdukung Pelemahan Ringgit dan Kenaikan Minyak Mentah

366

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan Senin siang (03/08) terpantau naik. Penguatan harga CPO siang ini terpicu pelemahan nilai tukar Ringgit terhadap dollar AS dan kenaikan harga minyak mentah.

Pada siang ini terpantau dollar AS menguat terhadap Ringgit. Terpantau pasangan dollar AS-Malaysia Ringgit naik 0,30% pada 4.0417.

Pelemahan ringgit menjadikan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih murah bagi pembeli luar negeri sehingga permintaannya meningkat.

Kenaikan harga CPO juga didukung kenaikan minyak mentah pada sesi perdagangan Asia.  

Harga minyak mentah naik pada awal perdagangan sesi Asia Senin (08/08), terangkat oleh laporan dari pembicaraan terbaru beberapa anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk menahan produksi.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) berada di $ 41,90 per barel pada 0411 GMT, naik 10 sen dari penutupan terakhir mereka.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan pada $ 44,34 per barel, naik 7 sen.

Lihat : Pembicaraan OPEC, Namun Sentimen Negatif Membayangi

Kenaikan harga minyak mentah menjadi dorongan sentimen positif yang mendorong harga CPO dalam trend menguat. Penguatan harga minyak mentah membuat bahan bakar alternatif seperti yang dibuat dari CPO meningkat permintaannya.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami kenaikan. Harga kontrak Oktober 2016 yang merupakan kontrak paling aktif menguat sebesar 32 ringgit atau 1,3 persen dan diperdagangkan pada posisi 2.439 ringgit per ton.

Lihat : Harga CPO 5 Agustus Tertekan Penguatan Ringgit dan Pelemahan Minyak Mentah

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat dengan potensi pelemahan Ringgit.

Harga CPO berjangka kontrak Oktober 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 2.490 ringgit dan 2.540 ringgit. Sedangkan level Support yang akan dites jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 2.390 ringgit dan 2.340 ringgit.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here