Harga Gula ICE Akhir Pekan Tembus 20 Sen; Mingguan Melonjak 6,8 Persen

405

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York Sabtu dini hari (06/08) berakhir naik terpicu penguatan Real Brazil.

Pada penutupan perdagangan mata uang kemarin Real Brazil menguat terhadap dolar AS. Pasangan kurs USDBRL berakhir turun -0,89 persen pada 3.1628.

Real Brazil naik ke level terkuat terhadap dolar AS dalam lebih dari satu tahun pada hari Jumat sebelum dolar AS pulih menahan kerugian lebih jauh setelah rilis laporan pekerjaan AS yang kuat.

Lihat : Non Farm Payrolls dan Upah Naik Diatas Perkiraan, Proyeksi Kenaikan Suku Bunga AS Menguat

Dealer mengatakan kenaikan Real Brazil membuat penjualan kurang menarik bagi produsen lokal dan harus memperlambat ekspor dari pemasok top dunia gula.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Oktober 2016 terpantau mengalami kenaikan tajam. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup naik melonjak sebesar 0,65 sen atau setara dengan 3,30 persen pada posisi 20,35 sen per pon.

Secara mingguan harga gula ICE melonjak 6,82 persen, sebagian besar terdukung penguatan Real Brazil dalam 2 sesi terakhir pekan ini.

Lihat : Harga Gula ICE Melonjak 3 Persen Terpicu Penguatan Real Brazil

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah dengan penguatan dollar AS dengan penguatan data non farm payrolls AS yang meningkatkan harapan kenaikan suku bunga AS.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Support pada posisi 19,80 sen dan 19,30 sen. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi  20,80 sen dan 21,30 sen per pon.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here