Market Outlook 8-12 August 2016

359

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau masih rally dan berhasil menembus level 5400 sebagai sentimen positif atas Tax Amnesty dan data PDB Indonesia Q2-2016 yang melesat, sehingga secara mingguan bursa ditutup menguat ke level 5,420.24, sempat melaju sampai di 5427.

Untuk minggu berikutnya (8-12 Agustus), IHSG kemungkinan dalam konsolidasi namun masih dalam uptrend-nya, sambil pasar menantikan hasil dari kebijakan Tax Amnesty serta pergerakan bursa global. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 5455 dan 5520, sedangkan support di level 5265 dan kemudian 5204.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat dalam posisi melemah oleh bangkitnya kekuatan  mata uang dollar secara global, di mana secara mingguan rupiah melemah ke level 13,117. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,171 dan 13,330, sementara support di level 13,053 dan 12,984.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini tidak ada data yang begitu istimewa ditunggu pasar. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Crude Oil Inventories pada Rabu malam; dilanjutkan dengan  data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam; ditutup dengan  data Retail sales, PPI, Prelim UoM Consumer pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data pertumbuhan ekonomi atau PDB Jerman kuartal kedua pada Jumat sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Manufacturing PMI China pada Senin pagi; berikutnya Cash Rate  New Zealand pada Rabu  pagi yang diperkirakan dipangkas menjadi 2.00% dari 2.25%.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terlihat menguat oleh bangkitnya harapan kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini, di mana secara mingguan index dollar AS terpantau naik ke level 96.310.

EURUSD, pekan lalu euro dollar terpantau naik ke level 1.1179. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.1050 dan 1.0965 sementara resistance pada 1.1134 dan kemudian 1.1235.GBPUSD,  minggu lalu terlihat naik ke level 1.3233  dan ntuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.3015 dan kemudian 1.2940, sedangkan resistance pada 1.3168 dan 1.3315.

USDJPY,  minggu lalu berakhir melemah ke level 102.04 dan minggu ini akan berada di antara resistance level pada 102.83 dan 103.91, serta support pada 100.68 serta level 99.61. AUDUSD, aussie dollar terpantau menguat ke level 0.7622 dan range minggu ini akan berada di antara support level di 0.7560 dan 0.7475, sementara resistance level di 0.7652 dan 0.7723.

Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah setelah paket stimulus dari Bank Sentral Jepang (BOJ) yang ternyata masih mengecewakan, juga melemahnya data ekonomi domestik. Hanya Bursa Hong Kong yang bukukan hasil positif.

Indeks Nikkei secara mingguan terpantau mengalami pelemahan ke level 16254. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 16762 dan 17223, sementara support pada level 15799 dan 15297. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 22146. Minggu ini akan berada antara level resistance di 22633 dan 23177., sementara support di 21614 dan 21138.

Bursa Saham AS ditutup naik tajam pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu dinihari, dengan S & P dan Nasdaq mencapai tertinggi sepanjang sejarah, setelah laporan pekerjaan AS lebih kuat dari perkiraan. Indeks Dow Jones secara mingguan menguat ke level 18,543.53, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 18587 dan 18640, sementara support di level 18185 dan 17672. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 2,182.87 dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2250 dan 2300, sementara support pada level 2146 dan 2120.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau merosot setelah data pekerjaan AS naik melebihi perkiraan harga emas dunia merosot ke level $1339.40 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1349 dan berikut $1359, serta support pada $1329 dan $1319. Di Indonesia, harga emas terpantau merosot ke level Rp566,000.

Pada saat sejumlah pasar investasi terlihat bullish dan sepertinya terus mencetak rekor tertingginya, banyak sekali pelaku pasar yang bergairah untuk mengejarnya. Situasi seperti ini bila berlebihan menjadi suatu eforia. Di tempat seperti inilah biasanya banyak investor terperangkap oleh efek psikologis dan kekurangpahaman situasi pasar. Justru di sini kondisi pasar haruslah dipantau terus secara ketat. Masalahnya banyak investor yang kurang memiliki waktu yang cukup untuk itu. Kembali, dalam hal ini, Vibiznews.com siap membantu Anda untuk menyorot situasi pasar untuk keputusan investasi Anda yang lebih akurat. Terima kasih telah bersama kami karena merasakan kehadiran kami demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

alfredBy Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Consulting
Vibiz Consulting Group

Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here