Pasar Modal Indonesia 39 Tahun, Dukung Program Amnesti Pajak

331

Pasar Modal Indonesia telah berusia 39 tahun hari ini, Rabu (10/08). Pada 10 Agustus 1977, pemerintah mengaktifkan kembali Pasar Modal Indonesia.

Dalam usia 39 tahun ini apa yang Pasar Modal berikan untuk mendukung perekonomian nasional? Menjawab pertanyaan tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), di bawah koordinasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ikut mendukung dan menyukseskan program Amnesti Pajak yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Kesuksesan dari program Amnesti Pajak menjadi perhatian penting bagi OJK, BEI, KPEI, dan KSEI. Keberhasilan kebijakan ini akan membawa dampak positif tidak hanya terhadap pengelolaan fiskal negara, namun juga bagi kesinambungan pertumbuhan aktivitas ekonomi nasional ke depan.

Mewujudkan dukungan program Amensti Pajak tersebut, BEI bersama KPEI dan KSEI dengan berkoordinasi bersama OJK mendirikan Layanan Terpadu Satu Atap (One Stop Service) Amnesti Pajak dan diresmikan oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati. Peresmian ini sekaligus memperingati 39 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia.

Tujuan Layanan Terpadu Satu Atap Amnesti Pajak ini adalah memudahkan para Wajib Pajak dalam berkonsultasi seputar Amnesti Pajak, pembayaran tarif Amnesti Pajak, sekaligus menjawab pertanyaan seputar produk investasi pasar modal dengan gateway perusahaan efek, bank persepsi, Direktorat Jenderal Pajak, BEI, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Para Wajib Pajak dapat mengunjungi pusat Layanan Terpadu Satu Atap Amnesti Pajak di Main Hall BEI – Gedung BEI Jakarta, dan di Kantor Perwakilan BEI yang ada di 20 kota di Indonesia dari 21 Juli hingga 30 September 2016 dari Senin hingga Jumat pukul 08.00 sampai dengan 17.00 dan Sabtu pukul 08.00 hingga 12.00.

Selain meresmikan Layanan Terpadu Satu Atap Amnesti Pajak, BEI, KPEI, dan KSEI bersama dengan OJK juga memberikan penghargaan kepada 24 Perusahaan Tercatat yang mendukung program Kampanye Yuk Nabung Saham dengan memfasilitasi karyawannya untuk menjadi investor saham. Dukungan yang diberikan baik berupa program edukasi investasi saham maupun secara langsung membantu karyawan untuk membuka rekening Saham.

Ke-24 Perusahaan Tercatat tersebut adalah PT Adaro Energy Tbk., PT Bank Artos Indonesia Tbk., PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank Ina Perdana Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Maspion Indonesia Tbk., PT Bank Mestika Dharma Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk., PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Dan Banten Tbk., PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Blue Bird Tbk., PT Chitose International Tbk., PT Elnusa Tbk., PT Indomobil Finance Indonesia., PT Kawasan Industri Jababeka Tbk., PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., PT Sarana Multi Infrastruktur, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT Wijaya Karya Beton Tbk., PT XL Axiata Tbk., Unit-unit Usaha Sinarmas, dan PT Sri Rejeki Isman.

Togu/ VMN/VBN/ Journalist
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here