Akankah Tarif Pajak Diturunkan?

233

Setelah pemerintah memberikan kelonggaran melalui kebijakan tax amnesty, kembali angin segar terkait kebijakan penurunan tarif perpajakan mengemuka. Inisiatif penurunan tarif perpajakan muncul saat Presiden Joko Widodo menjawab harapan penurunan tarif pajak dari salah satu peserta sosialisasi Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (9/8) kemarin.

“Pikiran sederhana saya mengatakan seperti ini. Kalau di Singapura PPh Badan kena 17 persen, kenapa kita harus 25 persen. Kita ini mau bersaing. Gimana kita mau bersaing, sana kena 17 persen, sini kena 25 persen. Ya lari ke sana semua,” terang Presiden di sela acara sosialisasi Amnesti Pajak di Semarang, seperti yang dilansir dalam website Sekretariat Negara RI.

Menurut rencana, penurunan tarif akan dilakukan secara bertahap. Namun, jika memungkinkan, penurunan tarif dapat dilakukan secara langsung. Presiden menambahkan, saat ini, pemerintah melalui Kementerian Keuangan sedang melakukan kalkulasinya.

“Tahapannya mungkin ada, misalnya dari 25 (persen) mungkin ke 20 (persen) dulu, baru turun ke 17 (persen), mungkin seperti itu. Atau kalau mungkin nanti kalkulasinya masuk, ya dari 25 (persen) langsung 17 (persen). Semuanya baru dihitung, sekarang masih dikalkulasi, biar dikebut oleh Menteri Keuangan,” jelas Presiden Jokowi, seperti yang dilansir dalam website Kementerian Keuangan RI.

Presiden Jokowi menjelaskan penurunan tarif pajak tersebut diharapkan dapat mulai berlaku tahun depan, sejalan dengan revisi tiga undang-undang di bidang perpajakan yang sedang dibahas oleh pemerintah. Ketiga UU tersebut  yaitu UU tentang PPN, UU tentang PPh, dan UU tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here