Harga Gula Akhir Pekan Rebound; Mingguan Masih Lemah 3 Persen

245

Harga gula berjangka ICE ditutup naik pada akhir perdagangan bursa ICE Futures New York akhir pekan Sabtu dini hari (12/08). Harga komoditas ini mengalami penguatan didukung berbagai sentimen positif seperti lemahnya dollar AS, perkiraan defisit produksi dan penguatan posisi panjang investor.

Dolar AS melemah pada akhir pekan setelah data penjualan ritel dan harga produsen bulan Juli AS melemah.

Melemahnya dolar AS membuat komoditas gula yang berbasis dolar ini menjadi lebih murah dalam mata uang lainnya.

Dealer juga mengatakan pasar tetap didukung oleh prospek defisit global di musim 2015/16 dan 2016/17, dan kinerja yang kuat gula tahun ini mendorong dana untuk memegang posisi net long besar di pemanis ini.

Pada penutupan perdagangan Sabtu dini hari harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Oktober 2016 terpantau menguat. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup naik sebesar 0,11 sen atau setara dengan 0,56 persen pada posisi 19,71 sen per pon.

Secara mingguan harga gula masih lemah, merosot 3,14 persen, sebagian besar terpicu pelemahan hargab minyak  mentah dan penguatan dollar AS.

Lihat : Harga Gula ICE Merosot Terganjal Penguatan Dollar AS

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga gula berjangka untuk perdagangan selanjutnya akan menguat kembali dengan sentimen pelemahan dollar AS setelah memudarnya harapan kenaikan suku bunga AS. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 18,20 sen dan 18,70 sen. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 19,20  sen dan 18,700 sen.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here