Wallstreet Kembali Cetak Rekor, Harga Emas dan Minyak WTI Meninggi

361

Bursa saham AS awal pekan kembali berhasil cetak rekor tertinggi untuk kedua kalinya dalam awaktu kurang dari seminggu. Selain rally harga minyak mentah ketiga indeks utama wallstreet mendapat tenaga dari kondisi politik Amerika dimana pencalonan Hillary Clinton mendapat dukungan daripada lawannya.

Indeks Dow Jones  naik 59,58 poin, atau 0,32 persen, berakhir pada 18,636.05, dengan kenaikan tertinggi saham DuPont dan UnitedHealth Group menurun terbesar. Indeks S & P 500 ditutup 6,10 poin lebih tinggi, atau 0,28 persen, pada 2,190.15, dengan sektor materials memimpin tujuh sektor yang lebih tinggi dan utilitas yang tertinggal terbesar. Indeks Nasdaq naik 0,56 persen, atau 29,12 poin, menjadi berakhir pada 5,262.02.

Bursa saham Asia pagi ini sempat dibuka menguat oleh sentimen positif dari wallstreet yang meninggikan sektor energy, namun tertekan kembali.  Terpantau Indeks Nikkei turun 0,29% pada 16820.57 oleh rebound yen. Indeks ASX 200 turun tipis 0,04 % pada 5537.70 oleh dipangkasnya kurs referensi yuan oleh PBOC. Sedangkan bursa Korea Selatan dibuka menguat terbatas 0.40% menjadi 2058.64.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah WTI AS  naik 2.81 persen  ke $ 45,74  per barel, mendapat dukungan dari usaha Rusia akan memulai kembali perbincangan dengan pihak Arab Saudi tentang pembekuan produksi. Harga minyak mentah pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat terbatas oleh pelemahan dollar AS.

Sedangkan harga emas spot pada perdagangan dinihari tadi berakhir naik  0,26 persen pada $ 1,339.22 per troy ons, yang terangkat oleh pelemahan dolar AS akibat memudarnya harapan Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga tahun ini. Harga emas pada perdagangan selanjutnya berpotensi rally dengan sentiment pelemahan dollar AS.

Dari pasar valas,  Dolar AS berakhir lemah terhadap banyak rival utamanya kecuali terhadap yen dan pound merespon data ekonomi AS yang mengecewakan dari laporan Fed New York semalam. Pagi ini dollar AS terpantau masih tertekan dan sesi Amerika menerima banyak sentimen negatif. Terpantau
EURUSD     0.02 % 1.1183
GBPUSD     0.05 % 1.2886
USDJPY     -0.22 %101.03

Dari pasar modal Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Senin (15/08) berakhir anjlok 1,1% ke posisi 5320,56. Pelemahan IHSG tergerus aksi profit taking investor lokal.  IHSG selanjutnya diperkirakan bergerak mixed dalam kisaran support 5238-5279 dan resisten 5379-5438. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: AKRA, BBTN, PTPP dan KAEF.

Data indikator ekonomi yang perlu dicermati hari ini adalah data inflasi dan PPI Inggris bulan Juli, data sentimen ekonomi ZEW, neraca perdagangan Euro untuk kawasan Eropa. Dari Amerika ada data Building Permits, data inflasi, data housing Starts dan produksi industri.

 
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here