71 Tahun Indonesia Merdeka: Laju Ekonomi 6 Bulan Terakhir Lebih Cepat

490

Hari ini bangsa Indonesia merayakan kemerdekaan yang sudah diraih selama 71 tahun dan awal bulan   bangsa Indonesia dihadiahi laporan mengagumkan dari Badan Pusat Statistik berupa kondisi ekonomi yang bertumbuh dengan cepat dalam 3 bulan yang berakhir bulan Juni lalu. BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat 5,18% secara tahunan untuk kuartal kedua tahun 2016.

Dalam 3 bulan tersebut (April-Juni) pertumbuhan ekonomi ditopang oleh belanja konsumen dan juga belanja pemerintah yang meningkat cukup menggembirakan dibandingkan dengan periode kuartal sebelumnya. Selain itu dari sisi pemasukan, terjadi pertumbuhan bisnis atau lapangan usaha di beberapa sektor kecuali sektor pertambangan dan penggalian. Dibandingkan dengan kuartal sebelumnya PDB meningkat 4,02 persen pada kuartal kedua 2016.

Jika melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 6 bulan pertama tahun ini, juga meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015. Ekonomi Indonesia dalam semester pertama tahun 2016 mencapai 5.04 persen sedangkan pertumbuhan ekonomi semester pertama tahun 2015 hanya 4,70 persen.

Pertumbuhan ekonomi semester pertama 2016 ditopang oleh peningkatan bisnis perbankan dan asuransi yang alami peningkatan lebih besar dibandingkan dengan sektor lainnya jika dibandingkan dengan tahun 2015 periode yang sama. Berikut grafik pertumbuhan lapangan usaha periode tersebut dari BPS.

bps2

Penopang pertumbuhan ekonomi semester I-2016 tersebut juga di capai dari meningkatnya realisasi belanja semua komponen baik rumah tangga maupun pemerintah. Namun yang paling besar peningkatan realisasi belanja terjadi pada komponen  Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (6,56%), selanjutnya investasi modal bruto (5,31%), rumah tangga (4,99%) dan terakhir belanja pemerintah (4,84%). Berikut info grafis dari BPS untuk perkembangan pengeluaran selama 6 bulan pertama tahun ini.

bps2Dari grafik diatas tampak komponen ekspor dan impor alami kontraksi data. dimana paling negatif yaitu impor. Melihat perkembangan ekonomi tanah air selama periode tersebut, sesuai dengan apa yang ditargetkan pemerintahan Jokowi di tahun kedua pemerintahannya terjadi percepatan di segala aspek.

Baru-baru ini Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumumkan realisasi pendapatan dan belanja negara dalam tahun 2016 hingga bulan Agustus, dimana  realisasi pendapatan negara dan hibah mencapai Rp 775,2 triliun atau sebesar 43,4 persen dari target APBN-P tahun 2016 sebesar Rp 1.786,2 triliun. Sedangkan realisasi belanja negara mencapai Rp 1.037,6 triliun atau sebesar 49,8 persen dari pagu APBN-P tahun 2016 sebesar Rp 2.082,9 triliun.

H Bara/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here