Bursa Eropa 17 Agustus Bergerak Lemah Dengan Menguatnya Harapan Kenaikan Suku Bunga AS

292

Bursa Saham Eropa bergerak lemah pada awal perdagangan Rabu (17/08), tertekan meningkatnya harapan kenaikan suku bunga AS, menjelang rilis risalah terbaru AS Federal Reserve.

Indeks FTSE berada pada 6.883,14, turun -10,78 poin atau -0,16%

Indeks DAX berada pada posisi 10.578,91, turun -97,74 poin atau -0,92%

Indeks CAC berada pada posisi 4.427,34, turun -33,10 poin atau -0,74%

Indeks IBEX 35 berada pada posisi 8.535,20, turun -86,50 poin atau -1,00%

Pasar global melihat ke depan untuk rilis menit dari pertemuan Fed pada bulan Juli untuk petunjuk bank sentral terkait kenaikan suku bunga.

Komentar hawkish kenaikan suku bunga telah datang dari pejabat The Fed.

Presiden Federal Reserve New York William Dudley mengatakan pada Selasa bahwa kenaikan suku bunga AS pada September “adalah mungkin.”

Dalam komentar kepada Fox Business Network pada Selasa, Dudley menyatakan bahwa The Fed mendekat ke arah kenaikan suku bunga lebih lanjut dengan penguatan pasar tenaga kerja dan bukti kenaikan keuntungan upah. Dudley juga yakin bahwa pertumbuhan akan dipercepat di paruh kedua 2016.

Lihat : The Fed Dudley : Kenaikan Suku Bunga AS September Dimungkinkan

Ekonomi AS kemungkinan cukup kuat untuk setidaknya melakukan satu kenaikan suku bunga sebelum akhir 2016, dengan dua kenaikan kemungkinan, demikian Presiden Federal Reserve Bank Atlanta Dennis Lockhart mengatakan pada hari Selasa.

“Saya tidak akan mengesampingkan September,” kata Lockhart, mengutip apa yang ia sebut keuntungan pekerjaan AS sebagai yang sedang berlangsung dan tanda-tanda inflasi “sehat” akan semakin mungkin membenarkan kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan Fed bulan depan.

“Jika pertemuan itu hari ini saya pikir data ekonomi akan membenarkan diskusi serius,” katanya kepada wartawan setelah pidato kepada Rotary Club of Knoxville. “Ini dibayangkan kita bisa memiliki dua kenaikan tingkat tahun ini.”

Lihat : The Fed Lockhart : Kemungkinan Dua Kenaikan Suku Bunga Tahun 2016

Di Asia, pasar saham diperdagangkan mixed pada Rabu, karena pelemahan pasar saham AS mengimbangi dampak positif dari kenaikan harga minyak di sesi sebelumnya.

Harga minyak jatuh dari tertinggi 5-minggu awal pada hari Rabu, dengan analis meragukan hasil yang sukses dari pembicaraan produser untuk mengendalikan kelebihan pasokan, Reuters melaporkan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Eropa akan bergerak lemah merespon sentimen menguatnya kenaikan suku bunga AS. Namun juga akan mencermati pergerakan harga minyak mentah dan bursa Wall Street.

Doni/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here