Harga CPO 18 Agustus Bergerak Lemah Terganjal Penguatan Ringgit dan Pelemahan Minyak Mentah

404

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan Kamis siang (18/08) terpantau lemah. Penurunan harga CPO siang ini terpicu menguatnya nilai tukar Ringgit terhadap dollar AS dan pelemahan harga minyak mentah.

Pada siang ini terpantau dollar AS melemah terhadap Ringgit. Terpantau kurs pasangan dollar AS-Ringgit, turun -0,55% pada 3.9955.

Penguatan Ringgit menjadikan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli luar negeri sehingga permintaannya menurun.

Lihat : Harga CPO 17 Agustus Bergerak Naik 2 Persen Terbantu Pelemahan Ringgit

Harga minyak mentah merosot pada perdagangan sesi Asia Kamis (18/08) terpicu perkiraan rekor produksi Arab Saudi yang membebani pasar dan pedagang mengambil untung menyusul reli harga hampir bulan ini yang naik hampir 20 persen.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) minyak mentah berjangka berada di $ 46,73 per barel, turun 6 sen atau 0,13 persen.

Sedangkan harga minyak mentah patokan Internasional Brent diperdagangkan pada $ 49,65 per barel, turun 20 sen atau 0,40 persen dari penutupan terakhir mereka.

Lihat : Harga Minyak Mentah Sesi Asia Turun Tertekan Kekuatiran Rekor Produksi Arab Saudi

Penurunan harga minyak mentah menjadi pemicu sentimen negatif yang membuat harga CPO dalam trend melemah. Pelemahan harga minyak mentah membuat bahan bakar alternatif seperti yang dibuat dari CPO menurun permintaannya.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami pelemahan Harga kontrak November 2016 yang merupakan kontrak paling aktif melemah sebesar -16 ringgit atau -0,6 persen dan diperdagangkan pada posisi 2.627 ringgit per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya berpotensi turun dengan potensi penguatan Ringgit. Pergerakan harga juga bisa dipengaruhi oleh kondisi permintaan dan pasokan global.

Harga CPO berjangka kontrak November 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level Support pada posisi 2.580 ringgit dan 2.530 ringgit. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi penguatan ada pada posisi 2.680 ringgit dan 2.730 ringgit.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here