IHSG 18 Agustus Ditutup Naik 1,67 Persen, Raih 2 Triliun Dana Asing

381

Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Kamis (18/08) berakhir naik 1,67 persen pada 5461.45. Indeks LQ 45 ditutup naik 2,11 persen pada 942,44. Penguatan IHSG terdorong penguatan Rupiah dan peningkatan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sore ini kurs Rupiah terus menguat terhadap dollar AS. Pasangan kurs USDIDR melemah -0,21 persen pada 13,120. Penguatan Rupiah terdorong memudarnya harapan kenaikan suku bunga AS setelah hasil risalah The Fed AS memberikan sinyal dovish.

Pembuat kebijakan Federal Reserve AS setuju bahwa data ekonomi lebih lanjut diperlukan sebelum menaikkan suku bunga, meskipun beberapa melihat kebutuhan untuk mengetatkan kebijakan segera, demikian menurut risalah dari pertemuan kebijakan 26-27 Juli bank sentral AS.

Risalah yang dirilis pada hari Rabu, menunjukkan bahwa anggota pengaturan suku bunga Federal Open Market Committee umumnya optimis tentang prospek ekonomi AS dan pasar tenaga kerja.

Beberapa pembuat kebijakan Fed, bagaimanapun, mengatakan perlambatan laju perekrutan mendtang akan menentang kenaikan jangka pendek, dan anggota FOMC mengatakan mereka ingin “membuat pilihan kebijakan mereka terbuka.”

Lihat : Risalah The Fed AS : Perlu Tambahan Data Ekonomi Untuk Menaikkan Suku Bunga

Kenaikan IHSG juga didukung optimisme ekonomi Indonesia, dengan ditetapkannya asumsi makro ekonomi Indonesia 2017, dimana dinyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2017 diproyeksikan meningkat.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2017 akan berada di kisaran 5,3 persen. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo saat membacakan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017 beserta Nota Keuangannya di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta, Selasa (16/8).

Perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun 2017 di kisaran 5,3 persen dengan memperhitungkan seluruh dinamika yang ada dan tantangan yang dihadapi, juga telah mempertimbangkan prospek perekonomian global yang diperkirakan akan membaik, meskipun masih ada ketidakpastian yang bersumber dari perlambatan ekonomi di berbagai negara berkembang serta prospek pemulihan ekonomi negara-negara maju yang belum sesuai harapan. Demikian dijelaskan Presiden Jokowi di hadapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Lihat : Pemerintah Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 2017 Mencapai 5,3 Persen

Lihat : Pemerintah Tetapkan Asumsi Ekonomi Makro Indonesia 2017

IHSG sore ini terdukung oleh semua sektor yang positif, dengan penguatan tertinggi pada sektor Aneka Industri Dasar yang melonjak 4,67%. Pada akhir perdagangan sore ini tercatat 191 saham menguat, sedangkan 136 saham melemah. Sampai sore ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak 11,48 miliar saham dengan nilai mencapai 17,22 triliun, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 598.963 kali.

Lihat : IHSG 18 Agustus Sesi 1 Naik 1 %, Sektor Aneka Industri Lompat 6 %

Kepercayaan investor akan fundamental ekonomi Indonesia, tetap mendorong investor asing membeli saham. Terpantau sore ini dana asing yang masuk pasar modal mencapai net buy Rp. 2,18 triliun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan perdagangan IHSG selanjutnya berpotensi naik terdorong optimisme ekonomi Indonesia. Namun perlu diwaspadai aksi profit taking. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 5430-5398, dan kisaran Resistance 5491-5523.


Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center

Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here