Dollar AS Tertekan; Harga Komoditas dan Bursa Global Naik

305

Bursa Saham AS ditutup naik pada akhir perdagangan Jumat dinihari tadi, terbantu kenaikan harga minyak mentah, sementara investor mencerna data ekonomi terbaru serta risalah dari pertemuan Juli Federal Reserve. Indeks Dow Jones berakhir naik 0,13 persen pada 18,597.7, dengan kenaikan tertinggi saham Wal-Mart. Indeks S & P 500 ditutup naik 0,22 persen, pada 2,187.02, dengan sektor energi memimpin tujuh sektor yang lebih tinggi. Indeks Nasdaq naik 0,22 persen, pada 5,240.15.

Bursa Asia pagi ini dibuka naik lebih tinggi mengikuti penguatan bursa Wall Street. Terpantau Indeks Nikkei naik 0,49% pada 16.567,00. Indeks ASX 200 turun tipis 0,02 % pada 5.506,50. Indeks Kospi naik 0,04 persen pada 2.056,28.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan Jumat dinihari tadi naik 3,06 persen di 48,22 dollar per barel, terdukung harapan produsen minyak terbesar dunia siap untuk membahas pembekuan dalam tingkat produksi minyak mentah dan pelemahan dollar AS. Harga minyak mentah pada perdagangan selanjutnya berpotensi naik dengan harapan pembekuan produksi dan pelemahan dollar AS.

Sedangkan harga emas spot pada perdagangan Jumat dinihari tadi berakhir naik 0,33 persen pada 1,352.61 dollar per tory ons, didukung oleh pelemahan dolar AS setelah risalah dari pertemuan Juli Federal Reserve AS menunjukkan sinyal dovish terhadap kenaikan suku bunga AS. Harga emas berpotensi naik dengan sentimen penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga AS setelah rilis risalah pertemuan The Fed..

Dari pasar valas,  Dolar AS jatuh 0,58 persen terhadap sekeranjang enam mata uang utama, terjun ke posisi terendah dalam lebih dari tujuh minggu, sehari setelah rilisalah dari pertemuan Juli Federal Reserve menunjukkan sinyal dovish terhadap kenaikan suku bunga AS. EURUSD naik 0,57% pada 1.1353 . GBPUSD naik 0.96 % pada 1.3165.  USDJPY turun 0,38 persen pada 99.867. Dollar AS berpotensi melemah setelah rilis risalah pertemuan Juli The Fed memberikan sinyal dovish untuk kenaikan suku bunga.

Dari pasar modal Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Kamis (18/08) berakhir naik 1,67 persen pada 5461.45. Penguatan IHSG terdorong penguatan Rupiah dan peningkatan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. IHSG berpotensi menguat dengan optimisme ekonomi domestic, penguatan bursa global dan kenaikan harga komoditas.. namun aksi profit taking perlu diwaspadai. IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5361-5411 dan resisten 5386-5461. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: ADHI, UNTR, SMRA dan PGAS.

Data indikator ekonomi yang perlu dicermati hari ini adalah PPI Juli Korea Selatan, Industry Activity Index Juni Jepang, Keputusan Suku Bunga BI dan PPI Juli Jerman.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here