Harga Gula ICE Akhir Pekan Retreat 1 Persen; Mingguan Hanya Naik Tipis

396

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York pada akhir pekan Sabtu dini hari (20/08) berakhir turun tertekan penguatan dollar AS.

Dolar AS naik 0,4 persen terhadap sekeranjang enam mata uang utama karena menguatnya harapan investor dengan kemungkinan lebih besar bahwa The Fed AS akan menaikkan suku tahun ini.

Presiden Federal Reserve Bank San Francisco, John Williams pada Kamis bergabung dengan suara yang berkembang untuk memberikan sinyal dukungan untuk kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, mengatakan bahwa menunggu terlalu lama bisa menjadi mahal bagi perekonomian.

Lihat : Fed Williams : Kenaikan Suku Bunga AS September Masuk Akal

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Oktober 2016 terpantau mengalami penurunan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup melemah sebesar -0,21 sen atau setara dengan -1,05 persen pada posisi 19,77 sen per pon.

Secara mingguan harga gula masih positif 0,3 persen. Sentimen pelemahan dollar AS dan meningkatnya harga minyak mentah mengimbangi sentimen bearish pelemahan Real brazil dan peningkatan produksi gula.

Lihat : Harga Gula ICE Rebound 1 Persen Terdukung Pelemahan Dollar AS

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah dengan potensi penguatan dollar AS.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Support pada posisi 19,30 sen dan 18,80 sen. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi kenaikan harga ada pada posisi 20,30 sen dan 20,80 sen per pon.


Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center

Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here