Market Outlook 22-26 August 2016

421

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau mengalami penguatan dalam pasar yang masih konsolidatif oleh optimisme terhadap perekonomian domestik versus aksi profit taking para pelaku pasar, sementara juga investor menanti dampak dari penerapan BI 7-Day Repo Rate yang ditetapkan di level 5,25% -sebagai pengganti suku bunga acuan BI rate- sehingga secara mingguan bursa ditutup menguat ke level 5,416.03.

Untuk minggu berikutnya (22-26 Agustus), IHSG kemungkinan masih dalam konsolidasi dan ada tekanan ambil untung kembali, sambil pasar menantikan keputusan the Fed Rate minggu ini. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 5476 dan 5525, sedangkan support di level 5330 dan kemudian 5180.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat dalam posisi terkoreksi sementara sebagian investor beraksi mengambil untung di pasar, di mana secara mingguan rupiah melemah terbatas ke level 13,155. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,175 dan 13,250, sementara support di level 13,010 dan 12,990.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Crude Oil Inventories pada Rabu malam; selanjutnya rilis Core Durable Goods Orders m/m  dan data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam; diikuti dengan rilis Prelim GDP q/q serta pidato ekonomi dari Fed Chair Yellen pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data German Ifo Business Climate pada Kamis sore; diteruskan dengan rilis Second Estimate GDP q/q Inggris pada Jumat sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis pidato Gubernur BOJ Kuroda pada Selasa pagi.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terlihat melemah oleh perkiraan pasar bahwa kenaikan bunga the Fed belum akan dilakukan dalam waktu dekat ini, di mana secara mingguan index dollar AS terpantau turun ke level 94.470.

EURUSD, pekan lalu euro dollar terpantau naik ke level 1.1328. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.0950 dan 1.0820 sementara resistance pada 1.1426 dan kemudian 1.1615.

GBPUSD,  minggu lalu terlihat naik ke level 1.3058 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.2794 dan kemudian 1.2700, sedangkan resistance pada 1.3372 dan 1.3535.

USDJPY,  minggu lalu berakhir melemah ke level 100.13. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 102.66 dan 107.55, serta support pada 98.96 serta level 96.57.

AUDUSD, aussie dollar terpantau melemah ke level 0.7626. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.7405 dan 0.7285, sementara resistance level di 0.7765 dan 0.7720.

Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum agak mixed sementara di Hong Kong bursa menguat dalam tiga minggu berturut-turut mengikut bursa China yang mengalami rebound. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau mengalami pelemahan ke level 16545. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 16940 dan 17250, sementara support pada level 15920 dan lalu 15105. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 22937. Minggu ini akan berada antara level resistance di 23195 dan 23425, sementara support di 21725 dan 20995.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau berakhir dengan koreksi masih di seputar angka rekor karena belum jelasnya arah suku bunga the Fed dalam waktu mendekat ini. Dow Jones Industrial secara mingguan melemah tipis ke level 18,547.64, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 18667 dan 19050, sementara support di level 18244 dan 17710. Index S&P 500 minggu lalu stabil dengan melemah terbatas ke level 2,179.47 dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2194 dan 2220, sementara support pada level 2147 dan 2073.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat oleh isyu the Fed belum akan segera menaikkan suku bunganya lalu kemudian terkoreksi oleh perkiraan mungkin juga suku bunga segera naik, sehingga berakhir dalam harga emas dunia yang menguat ke level $1340.85 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1376 dan berikut $1390, serta support pada $1310 dan $1200. Di Indonesia, harga emas terpantau menguat tipis ke level Rp565,405.

Isyu perkembangan ekonomi dan politik kerap menghangati kabar pergerakan pasar investasi. Bagi sebagian orang kadang hal ini sulit dimengerti. Adakalanya isyu ini bisa mendongkrak harga, adakalanya meluruhkan harga aset investasi. Benar, hal itu dapat saja terjadi, tergantung bagaimana perkembangan dan perkiraan dampak dari ekonomi serta politik ini akan berlanjut. Seringkali spekulasi pasar yang lebih dominan memengaruhi pasar di sini, dan bukannya suatu bentuk ekspekasi yang rasional. Dalam hal ini, Vibiznews.com dapat menjadi konsultan investasi Anda. Ini telah terbukti pada berbagai situasi siklus ekonomi. Terima kasih telah setia bersama dengan kami yang adalah partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

alfredBy Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Consulting
Vibiz Consulting Group

Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here