Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Diproyeksikan Meningkat

339

Lembaga pemeringkat AS Moody’s Investors Services meningkatkan proyeksi perekonomian Tiongkok, karena upaya pemerintah untuk mendongkrak pertumbuhan untuk menghadapi pelemahan terbaru dalam investasi aset tetap dan produksi industri.

Dalam sebuah laporan penelitian yang dirilis 16 Agustus, Moody mengatakan bahwa ekspansi ekonomi Tiongkok akan mencapai 6,6% pada tahun 2016, naik dari 6,3% sebelumnya. Pertumbuhan pada tahun 2017 akan menjadi 6,3%, naik dari 6,1%.

“Perlambatan dan rebalancing ekonomi Tiongkok mungkin akan bertahap,” kata Moody dalam sebuah pernyataan. “Jadi kita tidak memperkirakan Tiongkok untuk turun signifikan pada prospek pertumbuhan global selama sisa 2016 dan pada 2017.”

Dana Moneter Internasional (IMF) baru-baru ini juga  mengupgrade outlook pertumbuhan Tiongkok menjadi 6,6% tahun ini.

Produk domestik bruto (PDB) Tiongkok tumbuh pada tingkat 6,7% tahunan pada kuartal kedua, tidak berubah dari kuartal sebelumnya dan mengalahkan perkiraan perlambatan menjadi 6,6%. Hasil ini meningkatkan harapan bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia itu stabil setelah tren pendinginan yang lama.

Bank investasi multinasional AS Goldman Sachs baru-baru ini menyatakan bahwa investor harus memperhatikan lebih dekat data mikro untuk bukti rebalancing ekonomi Tiongkok. Sementara ekspor terus membuat bagian besar dari PDB, jenis barang dan jasa yang diekspor oleh Beijing telah berubah secara signifikan, kata Goldman.

Pada tahun 1995, alas kaki, pakaian dan mainan di antara ekspor terbesar Tiongkok. Pada 2014, peralatan telekomunikasi, mesin pengolah data dan perhiasan berada di antara ekspor terbesar.

Menurut para ahli, kecepatan dan waktu dari restrukturisasi ekonomi Tiongkok jatuh ke pembuat kebijakan negara, yang mengubah beberapa mandat dari pertumbuhan ekonomi, stabilitas mata uang dan mempromosikan konsumsi. Kebijakan moneter dan dukungan pemerintah yang bertujuan untuk menurunkan risiko keuangan dan mengangkat tingkat konsumsi kemungkinan akan menjadi bagian dari inisiatif itu.

Sebelumnya, pihak berwenang Tiongkok telah memperluas upaya pelonggaran moneter untuk merangsang investasi. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan struktural lebih buruk yang pada akhirnya membebani pertumbuhan ekonomi. Mengingat sasaran Beijing dari dua kali lipat PDB pada 2020 dari level 2010, inisiatif yang mendukung konsumsi kemungkinan akan tercapai.

 

Doni/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here