PTBA Rencanakan Ekspor Batubara ke Tiongkok, Sahamnya Masih Terpukul

195

Pergerakan saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) pada akhir perdagangan bursa hari Selasa (23/8) kembali alami profit taking masuki hari keempat berturut setelah dibuka flat diawal perdagangan. PTBA yang berhasil tingkatkan penjualan batubaranya selama 6 bulan pertama tahun ini melaporkan akan  menjual batubaranya  ke Tiongkok sisa tahun ini.

Sebelumnya PTBA  tidak akan menjual batubara ke negeri tersebut  karena harga jual yang  sangat rendah, namun perseroan kembali akan menjualnya  sedikit pada sisa tahun ini. Alasan PTBA untuk menjual kembali ke negeri Tiongkok dikarenakan pemerintahnya  tengah menerapkan kebijakan mengurangi waktu bekerja yang berdampak pada kapasitas produksi batubara   turun sebesar 600 juta ton per tahun. Untuk harga rata-rata batubara PTBA masih dalam harga yang premium dengan harga di atas sekitar US$4 per ton.

Untuk pergerakan sahamnya di lantai perdagangan bursa saham hari Selasa (23/08), saham PTBA dibuka flat pada posisi 9925 dan  perdagangan saham sudah  mencapai 32  ribu  lot  saham dengan posisi saham yang sedang melemah ke posisi  9900 dengan tarikan modal asing sebesar Rp5,1 miliar..

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham PTBA perdagangan sebelumnya bearish  dengan indikator MA  bergerak datar   dan  indikator Stochastic bergerak konsolidasi di area jenuh jual.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak  turun dengan  +DI yang  bergerak turun juga  menunjukan pergerakan PTBA masih tertekan.  Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading selanjutnya  pada target level support di level 310 hingga target resistance di level 316.

Lens Hu/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here