Saham BBRI Mendapat Tekanan Jual Dari Asing Ratusan Miliar

389

Jelang akhir perdagangan bursa saham hari Selasa  (23/8),  saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) masih terkurung di zona merah. Dan investor asing hari ini paling banyak melakukan aksi jualnya hingga menjatuhkan saham ke posisi terendah dalam 20 hari perdagangan.

Emiten perbankan yang satu-satunya memiliki satelit sendiri  dan sudah diluncurkan 2 bulan lalu  di pusat peluncuran Ariane space yang menggunakan roket Ariane 5 di Pusat Antariksa Guyana  kini sudah mengoperasikan sendiri satelit yang diberi nama BRIsat setelah dilakukan penyerahan oleh Arianespace selaku perusahaan jasa antariksa asal Prancis kepada bank pelat merah tersebut.

Menurut perseroan, satelit BRI sudah berjalan selama 2 minggu dan secara otomatis layanan perbankan digital bank pelat merah itu akan lebih optimal.  Atas beroperasinya satelit ini, BBRI  meluncurkan layanan perbankan digital di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta.  Nanti dengan operasinya satelit tersebut  BRI juga akan mengembangkan layanan kredit mikro. Penyaluran kredit mikro BRI memiliki porsi terbesar dalam penyaluran kredit

Untuk pergerakan sahamnya di lantai perdagangan bursa saham hari Selasa (23/08), saham BBRI dibuka lemah pada posisi 11600 dan  perdagangan saham sudah  mencapai 299  ribu  lot  saham dengan posisi saham yang sedang tertekan  ke posisi  11525. Hingga sore ini tarikan modal asing mencapai net sales Rp157,1 miliar.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBRI perdagangan sebelumnya bearish  dengan indikator MA  bergerak naik moderat dan  indikator Stochastic bergerak turun di area tengah.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak  datar dengan  +DI yang  bergerak turun juga  menunjukan pergerakan BBRI koreksi lanjutan.  Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading selanjutnya  pada target level support di level 11500 hingga target resistance di level 11700.

Lens Hu/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here