Dollar AS Merangkak Naik di Sesi Amerika 25 Agustus, Euro Bertahan

242

Ditengah perdagangan sesi Amerika hari Kamis (25/8) dollar AS berusaha rally meskipun sejak sesi Eropa ditekan oleh rival-rival utamanya sampai masuki sesi New York malam ini. Laju dollar masih moderat meski data fundamental malam ini berusaha memberikan kekuatan rally, yang disebabkan kehati-hatian pasar menunggu sinyal dari pertemuan Jackson Hole. Janet Yellen dijadwalkan akan menyampaikan pidato pada hari Jumat pagi waktu Amerika (Jumat malam waktu Indonesia).

Rilis data ekonomi AS yang dirilis malam ini menunjukkan data yang menggembirakan pasar, dimana dapat memberi tenaga tambahan pada ekspektasi kenaikan suku bunga Fed dalam waktu dekat. Departemen Tenaga Kerja AS laporkan jumlah klaim pengangguran untuk periode pekan lalu lebih rendah dari pekan sebelumnya dan ini memberikan sentimen positif bagi dollar AS. Demikian juga dengan data durable goods orders bulan Juli yang melonjak dari data kontraksi bulan sebelumnya.

Terhadap rival-rivalnya terpantau malam ini hampir semuanya menguat kecuali terhadap euro yang masih dalam tekanan sejak sesi Asia pagi tadi. Euro menerima sentimen positif dari pernyataan salah satu pimpinan bank besar di Jerman yang menyatakan suku bunga yang negatif akan memberikan konsekwensi yang besar. Selain itu beberapa pendapat muncul bahwa tahun ini Fed tidak akan menaikkan suku bunganya karena masih jauhnya target inflasi negeri tersebut.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama perdagangan bergerak berusaha kuat setelah sebelumnya dibuka  melemah pada posisi 94.76  dan malam ini bergerak  pada posisi yang sama.  Hari sebelumnya dollar naik sekitar 0,3 persen.

Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here