Harga CPO 25 Agustus Turun Tergerus Penguatan Yen dan Pelemahan Minyak Mentah

426

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan Kamis siang (25/08) terpantau lemah. Penurunan harga CPO siang ini terpicu menguatnya nilai tukar Ringgit terhadap dollar AS dan pelemahan harga minyak mentah.

Pada siang ini terpantau dollar AS melemah terhadap Ringgit. Terpantau kurs pasangan dollar AS-Ringgit, turun -0,20% pada 4.0328.

Penguatan Ringgit menjadikan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli luar negeri sehingga permintaannya menurun.

Lihat : Harga CPO 24 Agustus Naik Terpicu Perkiraan Defisit Pasokan

Harga minyak mentah melemah pada perdagangan sesi Asia hari Kamis karena meningkatnya persediaan bahan bakar AS dan Asia kembali menjadi perhatian investor untuk kekenyangan pasokan global besar.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) berada di $ 46,68 per barel, turun 9 sen, setelah jatuh 2,8 persen pada Rabu.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka patokan internasional Brent diperdagangkan pada $ 48,95 per barel di 0132 GMT di perdagangan Asia awal, turun 10 sen, setelah penutupan turun 1,8 persen sebelumnya.

Lihat : Harga Minyak Mentah Sesi Asia Lanjutkan Pelemahan

Penurunan harga minyak mentah menjadi pemicu sentimen negatif yang membuat harga CPO dalam trend melemah. Pelemahan harga minyak mentah membuat bahan bakar alternatif seperti yang dibuat dari CPO menurun permintaannya.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami pelemahan Harga kontrak November 2016 yang merupakan kontrak paling aktif melemah sebesar -42 ringgit atau -1,6 persen dan diperdagangkan pada posisi 2.558 ringgit per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya berpotensi turun dengan potensi penguatan Ringgit. Pergerakan harga juga bisa dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah, kondisi permintaan dan pasokan global.

Harga CPO berjangka kontrak November 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level Support pada posisi 2.510 ringgit dan 2.460 ringgit. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi penguatan ada pada posisi 2.610 ringgit dan 2.660 ringgit.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here