Saham Antam Tertekan Aksi Investor Asing, Saham ANTM Masih Rawan

305

Jelang akhir perdagangan bursa saham hari Kamis (25/8), pergerakan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) koreksi kembali dari rebound kuat perdagangan sebelumnya. Saham ANTM berhasil bangkit kembali setelah 2 hari berturut alami tekanan profit taking yang cukup banyak. Dan  perdagangan hari ini kembali investor asing yang menjadi penyebab lemahnya nilai saham hingga net sell Rp1,8 miliar.  Untuk perdagangan selanjutnya saham ANTM masih cukup menarik untuk diperdagangkan meski secara fundamental kinerja emiten menurun. Beberapa waktu lalu emiten tambang emas ini diberitakan akan menjual anak usahanya (Indonesia Chemical Alumina (ICA)) kepada investor Jepang untuk tambah modal.

Seperti yang pernah dilaporkan sebelumnya, produksi emas Antam dalam 6 bulan pertama tahun ini turun hingga 9 persen lebih menjadi 1015 kg sedang produksi feronikel turun sekitar 40 persen menjadi 8304 ton. Penjualan  feronikel menurun dari 11307 ton pada semester I-2015 menjadi 8.092 ton pada semester I-2016 sedangkan penjualan emas juga turun dari 10.996 kg menjadi 5.392 kg semester I-2016.

Untuk pergerakan harga sahamnya pada lantai bursa perdagangan saham Kamis (25/8) saham ANTM dibuka pada level 775 dan turun ke 770 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 775. Hari ini  sahamnya  banyak dijualin investor asing dan  volume saham yang diperdagangkan mencapai 181  ribu  lot saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham ANTM  perdagangan sebelumnya bullish dengan indikator MA  masih  bergerak naik, namun indikator Stochastic konsolidasi di area tengahnya.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak turun dengan posisi +DI bergerak turun  yang menunjukan pergerakan ANTM rawan koreksi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, rekomendasi trading berikutnya   pada target level support di level 750 dan level resistance di 785.

Lens Hu/VMN/VB/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here