Jepang Masih Deflasi, Tapi Yen Sesi Asia 26 Agustus Masih Dapat Kuat

302

Kurs yen Jepang yang bergerak konsolidasi sejak perdagangan 10 hari lalu, kembali menunjukkan perdagangan yang terbatas pada sesi Asia hari Jumat (26/8). Sejak awal sesi Asia yen bergerak konsolidasi oleh kehatian-hatian pasar akan penantian sinyal penguat rival utamanya dollar AS, dan pagi ini menerima sentimen negatif dari rilis data inflasi bulan Juli.

Kantor statistik Jepang mengumumkan data inflasi Jepang sangat mengecewakan Bank of Japan, dimana data ini menunjukkan kondisi Jepang yang semakin tenggelam dalam deflasi sehingga berpotensi BOJ akan  meningkatkan stimulus bulan depan. Nilai core inflasi  Jepang turun untuk bulan ke lima dan menandai penurunan tahunan terbesar dalam lebih dari tiga tahun pada bulan Juli lalu.

Tarik menarik sentimen yang mempengaruhi pergerakan kurs yen Jepang masih terus berlangsung dimana dollar masih menunjukkan pelemahan dan data ekonomi pagi ini sangat melemahkan fundamental yen.

Pergerakan kurs yen  di  awal sesi Asia (01:40:35 GMT) menguat tipis  terhadap dollar AS,  USDJPY yang dibuka lebih tinggi pada 100.52 di   awal   perdagangan   (00.00 GMT) turun tipis  dan nilai pair bergulir  pada 100,47.

Untuk pergerakan pair hingga akhir perdagangan  sesi malam   berpotensi kuat, sehingga  analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair USDJPY selanjutnya dapat naik ke kisaran  100,68-100,99. Namun jika tidak sampai kisaran tersebut, maka pair dapat turun kembali ke kisaran 100,30.

Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here