IHSG 29 Agustus Dibuka Turun Terganjal Pelemahan Rupiah

452

Indeks Harga Saham Gabungan pada awal perdagangan awal pekan Senin (29/08) dibuka turun -15,53 poin atau -0,29 persen  pada 5423,30. Pelemahan IHSG tertekan sinyal hawkish pejabat Federal Reserve AS untuk kenaikan suku bunga AS yang menguatkan dollar AS.

Pelemahan IHSG tertekan pernyataan Ketua The Fed Janet Yellen dan Wakil Ketua The Fed Stanley Fischer yang semakin menguatkan harapan kenaikan suku bunga AS.

Kesempatan untuk kenaikan suku bunga AS telah menguat dalam beberapa bulan terakhir karena perbaikan di pasar tenaga kerja dan harapan untuk pertumbuhan ekonomi yang moderat, Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan pada hari Jumat (26/08).

Yellen tidak menunjukkan kapan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga, tapi komentar dia memperkuat pandangan bahwa langkah tersebut bisa datang akhir tahun ini. The Fed memiliki pertemuan kebijakan yang dijadwalkan pada bulan September, November dan Desember.

Berbicara pada tiga hari pertemuan internasional para bankir bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, Yellen mengatakan “ekonomi AS sudah mendekati tujuan Federal Reserve untuk pemenuhan kerja dan stabilitas harga.”

“Mengingat kinerja lanjutan yang mantap dari pasar tenaga kerja dan prospek untuk kegiatan ekonomi dan inflasi, saya percaya kasus untuk peningkatan suku bunga federal telah diperkuat dalam beberapa bulan terakhir,” kata Yellen dalam sambutannya yang disiapkan.

Lihat : Fed Yellen : Kesempatan Kenaikan Suku Bunga AS Telah Menguat

Wakil Ketua Federal Reserve AS Stanley Fischer mengatakan kepada CNBC pada hari Jumat bahwa keputusan apakah akan menaikkan suku bunga harus melihat ke depan, bukan ke belakang, dan laporan pekerjaan berikutnya akan dicermati.

Ekonomi AS telah menguat, dengan data pekerjaan yang kuat dalam tiga bulan terakhir, Fischer mengatakan dalam sebuah wawancara seminggu sebelum pemerintah merilis laporan kerja Agustus.

Lihat : Fed Fischer : Laporan Pekerjaan Berikutnya Menjadi Kunci Kenaikan Suku Bunga

Pernyataan hawkish tersebut semakin menguatkan dollar AS dan menekan Rupiah. Pagi ini terpantau pasangan kurs USDIDR menguat 0,55 persen pada 13,285.

IHSG pada awal perdagangan tertekan oleh 9 sektor yang berada di zona merah dengan pelemahan tertinggi sektor Konsumer yang turun 0,66%. Pada pagi ini tercatat 54 saham menguat, sedangkan 89 saham melemah. Sampai saat ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak lebih 290 juta saham dengan nilai mencapai lebih 143 miliar, dengan frekuensi perdagangan sebanyak lebih 8.900 kali.

Pagi ini aksi profit taking investor asing berlangsung. Terpantau pagi ini dana asing yang keluar pasar modal mencapai Rp. 7,58 miliar.

Lihat : Rekomendasi Saham-saham Unggulan, Senin 29 Agustus 2016

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG berpotensi melemah terbatas dengan akspi profit taking lanjutan. Namun diharapkan optimisme ekonomi Indonesia memberikan dukungan bagi bursa. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 5367-5334, dan kisaran Resistance 5432-5464.


Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center

Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here