IHSG 29 Agustus Sesi 1 Masih Tertekan Penguatan Dollar AS

468

Memasuki sesi 1 perdagangan IHSG awal pekan Senin (29/08), IHSG turun 66,00 poin atau 1,21% pada 5372,83. Pelemahan IHSG terpicu aksi profit taking setelah pernyataan hawkish pejabat The Fed AS untuk kenaikan suku bunga AS yang mengangkat dollar AS .

Kesempatan untuk kenaikan suku bunga AS telah menguat dalam beberapa bulan terakhir karena perbaikan di pasar tenaga kerja dan harapan untuk pertumbuhan ekonomi yang moderat, Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan pada hari Jumat (26/08).

Yellen tidak menunjukkan kapan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga, tapi komentar dia memperkuat pandangan bahwa langkah tersebut bisa datang akhir tahun ini. The Fed memiliki pertemuan kebijakan yang dijadwalkan pada bulan September, November dan Desember.

Berbicara pada tiga hari pertemuan internasional para bankir bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, Yellen mengatakan “ekonomi AS sudah mendekati tujuan Federal Reserve untuk pemenuhan kerja dan stabilitas harga.”

“Mengingat kinerja lanjutan yang mantap dari pasar tenaga kerja dan prospek untuk kegiatan ekonomi dan inflasi, saya percaya kasus untuk peningkatan suku bunga federal telah diperkuat dalam beberapa bulan terakhir,” kata Yellen dalam sambutannya yang disiapkan.

Lihat : Fed Yellen : Kesempatan Kenaikan Suku Bunga AS Telah Menguat

Wakil Ketua Federal Reserve AS Stanley Fischer mengatakan kepada CNBC pada hari Jumat bahwa keputusan apakah akan menaikkan suku bunga harus melihat ke depan, bukan ke belakang, dan laporan pekerjaan berikutnya akan dicermati.

Ekonomi AS telah menguat, dengan data pekerjaan yang kuat dalam tiga bulan terakhir, Fischer mengatakan dalam sebuah wawancara seminggu sebelum pemerintah merilis laporan kerja Agustus.

Lihat : Fed Fischer : Laporan Pekerjaan Berikutnya Menjadi Kunci Kenaikan Suku Bunga

Pernyataan hawkish tersebut semakin menguatkan dollar AS dan menekan Rupiah. Siang ini terpantau pasangan kurs USDIDR menguat 0,42 persen pada 13,267.

IHSG siang ini tertekan oleh semua sektor yang berada di zona negatif, dengan pelemahan tertinggi pada sektor Property yang turun 1,92%. Pada sesi 1 siang ini tercatat 73 saham menguat, sedangkan 218 saham melemah. Sampai siang ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak 3,42 miliar saham dengan nilai mencapai 2,24 triliun, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 131.506 kali.

Lihat : IHSG 29 Agustus Dibuka Turun Terganjal Pelemahan Rupiah

Siang ini aksi profit taking investor asing berlangung. Terpantau siang ini dana asing yang keluar pasar modal mencapai Rp. 122,22 miliar.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG berpotensi melemah terbatas dengan lanjutan profit taking dengan penguatan dollar AS. Namun optimisme ekonomi Indonesia diharapkan dapat menguatkan bursa. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 5338-5306, dan kisaran Resistance 5403-5436.

Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here