Indeks Kospi 29 Agustus Dibuka Lemah Tertekan Harapan Kenaikan Suku Bunga AS

444
indeks kospi

Pada awal perdagangan bursa saham Korea Selatan awal pekan Senin (29/08) indeks Kospi dibuka lemah, terpantau turun -7,50 poin atau -0,37 persen pada 2030.00. Pelemahan indeks Kospi terjadi setelah pernyataan Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen akhir pekan lalu memberikan harapan kenaikan suku bunga AS.

Lihat : Bursa Seoul 26 Agustus Berakhir Lemah; Mingguan Masih Negatif 1 Persen

Pelemahan indeks Kospi tertekan pernyataan Ketua The Fed Janet Yellen dan Wakil Ketua The Fed Stanley Fischer yang semakin menguatkan harapan kenaikan suku bunga AS.

Kesempatan untuk kenaikan suku bunga AS telah menguat dalam beberapa bulan terakhir karena perbaikan di pasar tenaga kerja dan harapan untuk pertumbuhan ekonomi yang moderat, Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan pada hari Jumat (26/08).

Yellen tidak menunjukkan kapan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga, tapi komentar dia memperkuat pandangan bahwa langkah tersebut bisa datang akhir tahun ini. The Fed memiliki pertemuan kebijakan yang dijadwalkan pada bulan September, November dan Desember.

Berbicara pada tiga hari pertemuan internasional para bankir bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, Yellen mengatakan “ekonomi AS sudah mendekati tujuan Federal Reserve untuk pemenuhan kerja dan stabilitas harga.”

“Mengingat kinerja lanjutan yang mantap dari pasar tenaga kerja dan prospek untuk kegiatan ekonomi dan inflasi, saya percaya kasus untuk peningkatan suku bunga federal telah diperkuat dalam beberapa bulan terakhir,” kata Yellen dalam sambutannya yang disiapkan.

Lihat : Fed Yellen : Kesempatan Kenaikan Suku Bunga AS Telah Menguat

Wakil Ketua Federal Reserve AS Stanley Fischer mengatakan kepada CNBC pada hari Jumat bahwa keputusan apakah akan menaikkan suku bunga harus melihat ke depan, bukan ke belakang, dan laporan pekerjaan berikutnya akan dicermati.

Ekonomi AS telah menguat, dengan data pekerjaan yang kuat dalam tiga bulan terakhir, Fischer mengatakan dalam sebuah wawancara seminggu sebelum pemerintah merilis laporan kerja Agustus.

Lihat : Fed Fischer : Laporan Pekerjaan Berikutnya Menjadi Kunci Kenaikan Suku Bunga

Penguatan dollar AS menekan kurs Won. Terpantau pasangan kurs USDKRW menguat 1,15 persen pada 1,126.54.

Sedangkan untuk indeks kospi berjangka terpantau turun -1,15 poin atau -0,45% pada 255.55, turun dari posisi penutupan sebelumnya pada 256.70.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya indeks Kospi akan bergerak lemah tertekan menguatnya harapan kenaikan suku bunga AS. Indeks Kospi diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 252.55-249.64 dan kisaran Resistance 258.36-261.43.


Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here