Harga Gula ICE Naik Terpicu Penurunan Produksi Tebu

351

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York Selasa dini hari (30/08) berakhir naik terpicu perkiraan penurunan penghancuran tebu.

Harga gula mentah naik tapi tinggal dalam kisaran empat minggu terakhir karena para pedagang menunggu data penaksiran tebu yang diharapkan minggu ini dari kelompok industri Brasil Unica untuk paruh pertama Agustus.

Perkiraan untuk menghancurkan tebu di wilayah pusat-selatan utama Brasil berkisar 44200000-48200000 ton, survei S & P global Platts analis menunjukkan. Estimasi rata-rata 46.030.000 ton akan turun 4 persen dari himpitan tahun sebelumnya karena hujan.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Oktober 2016 terpantau mengalami kenaikan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup naik sebesar 0,06 sen atau setara dengan 0,29 persen pada posisi 20,67 sen per pon.

Lihat : Harga Gula Akhir Pekan Naik, Mingguan Melonjak 4,25 Persen

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  selanjutnya berpotensi naik dengan penurunan perkiraan penaksiran tebu. Juga akan mencermati pergerakan dollar AS yang jika terealisir menguat dapat menekan harga.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 21,20 sen dan 21,70 sen. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 20,20 sen dan 19,70 sen per pon.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here