Sektor Pertambangan Tekan Bursa Saham Asia Pasifik

297
People walk in front of an electronic stock indicator in Tokyo, Thursday, April 11, 2013. Asian stock markets powered higher Thursday after a U.S. communications company posted a surprise jump in earnings that led to big gains in technology stocks and new highs on Wall Street. Japan's Nikkei 225 jumped 1.2 percent to 13,549.16. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Saham pertambangan memimpin penurunan di bursa saham Asia di luar Jepang yang diakibatkan menguatnya dolar yang mendorong harga emas dan logam industry masuk ke jalur penurunan mereka sejak bulan Mei lalu. Demikian juga dengan bursa saham Jepang naik karena yen melemah, prospek cerah bagi eksportir.

Kanada dan India adalah dua negara yang akan melaporkan produk domestik bruto untuk kuartal terakhir, sementara kawasan euro akan mengeluarkan angka pengangguran dan inflasi. Pasar keuangan di Malaysia ditutup untuk liburan.

Indeks MSCI Asia Pasifik diluar Jepang turun 0,3 persen pada 12:03 waktu Tokyo, dimana saham-saham produsen-bahan baku jatuh dua kali lebih banyak dibandingkan saham-saham lainnya dari 10 kelompok industri lainnya. Indeks ini juga sempat naik 1,8 persen pada Agustus, kemajuan yang memasuki bulanan ketiga.

S & P / ASX 200 Index Australia merosot 1 persen karena BHP Billiton Ltd, perusahaan pertambangan terbesar di dunia, dan Rio Tinto Ltd turun lebih dari 3 persen. Jepang Topix naik 0,9 persen karena Mazda Motor Corp dan Nikon Corp naik lebih dari 3 persen.

Yen sedikit berubah pada 102,98 per dolar setelah meluncur 1 persen pada Selasa. Mata uang, yang dianggap sebagai surga bersama dengan Treasuries dan emas, telah kehilangan 0,9 persen pada Agustus, ditetapkan untuk penurunan bulanan pertama sejak Mei.

The Bloomberg Dollar Spot Index, yang mengukur greenback terhadap 10 mata uang utama, turun 0,1 persen setelah menguat 0,6 persen ke tertinggi satu bulan di sesi terakhir.

Minyak mentah turun 0,2 persen menjadi $ 46,27 per barel di New York sebelum data pemerintah dirilis Rabu yang diperkirakan menunjukkan stok AS yang meningkat 1,3 juta barel pekan lalu. Harga masih naik 11 persen untuk bulan ini, setelah melonjak dikarenakan spekulasi di antara anggota OPEC yang akan bertemu di Aljazair bulan depan.

Emas naik 0,3 persen, pemangkasan kerugian bulanan menjadi 2,8 persen. Tembaga naik 0,4 persen di London, mengurangi penurunan untuk bulan Agustus menjadi 6,1 persen.

Selasti Panjaitan/ VMN/VBN/ Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here