Asing Memburu Obligasi Jangka Menengah

356

Lebih lemah dari data NFP yang diperkirakan, yang mungkin menunda September Hike, menyebabkan aliran dana masuk lagi dalam pasar obligasi Rupiah. Kami melihat pembeli secara agresif memburu tawaran, sebagian besar didominasi oleh pihak asing di dalam negeri dan nama pihak asing di luar negeri.

Aliran dana terkonsentrasi atas seri obligasi tenor 10 tahun dan tenor 15 tahun, obligasi tenor 10 tahun diperdagangkan paling rendah dengan yield 6.85%, dan obligasi tenor 15 tahun dengan yield 7.18% – di mana yield bergerak lebih rendah 8 sampai 9 bps. Setelah seri obligasi benchmark terangkat, kami juga melihat aliran dana lain masuk atas obligasi FR 70 dan FR 71.

Untuk obligasi jangka panjang, kami juga melihat uang riil mengurangi durasi dengan membeli  obligasi FR 28/FR 60/SR 8. Yield obligasi benchmark turun berkisar 2 sampai 9 bps. Sebagian besar atas seri obligasi jangka menengah.

Yield indikatif hari ini:

Obligasi                           Yield Terkini

SPN (1 th)                        6.25% (+.00)

FR53 (5 th)                    6.66%  (-0.00)

FR56 (10 th)                  6.85%  (-0.08)

FR73 (15 th)                    7.18%   (-0.09)

FR72 (20 th)                  7.28%  (-0.02)

 

ROI26                            3.48%, spread T+ 187

ROI46                            4.68%, spread T+ 225

Bella Donna/VMN/VBN/Senior Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here