Harga Gula ICE Akhir Pekan Rebound Tinggi; Mingguan Masih Lemah 2 Persen

426

Harga gula berjangka ICE ditutup naik pada akhir perdagangan bursa ICE Futures New York akhir pekan Sabtu dini hari (03/09). Harga komoditas ini mengalami penguatan terdukung pelemahan dollar AS dan kenaikan harga minyak mentah.

Harga gula berjangka melonjak karena dolar merosot setelah pertumbuhan lebih lambat dari perkiraan di non-farm payrolls AS.

Lihat : Non Farm Payrolls AS Agustus Melambat, Pudarkan Harapan Kenaikan Suku Bunga September

Melemahnya dolar AS membuat komoditas gula yang berbasis dolar ini menjadi lebih murah dalam mata uang lainnya.

Kenaikan harga minyak mentah juga mendukung harga gula. 

Harga minyak mentah melonjak 3 persen pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu dinihari terdukung pernyataan optimis Rusia untuk pembekuan produksi, juga setelah laporan melemahnya pertumbuhan Non Farm Payrolls AS pada bulan Agustus sempat menekan dolar AS. Namun minyak mentah berjangka tetap di jalur untuk kerugian mingguan besar pada kekhawatiran kekenyangan global.

Indeks dolar AS melemah setelah laporan pekerjaan, membuat minyak dan komoditas dalam mata uang dollar AS lebih terjangkau bagi pemegang euro dan mata uang lainnya.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate naik $ 1,28, atau 2,97 persen, pada $ 44,44 per barel, di jalur untuk 7 persen penurunan mingguan.

Harga minyak mentah berjangka patokan global Brent naik $ 1,27, atau 2,77 persen, pada $ 46,72 per barel tapi berada di jalur untuk penurunan lebih dari 6 persen selama seminggu.

Lihat : Minyak Mentah Akhir Pekan Melonjak 3 Persen Setelah NFP AS Merosot; Mingguan Anjlok 7 Persen

Pada penutupan perdagangan Rabu dini hari harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Oktober 2016 terpantau rebound. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup naik tinggi sebesar 0,59 sen atau setara dengan 3,01 persen pada posisi 20,18 sen per pon.

Secara mingguan harga gula berjangka merosot -2,09 persen, sebagian besar tertekan penguatan dollar AS dan pelemahan harga minyak mentah.

Lihat : Harga Gula ICE Merosot 2 Persen Tergerus Pelemahan Minyak dan Peningkatan Produksi

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga gula berjangka untuk perdagangan selanjutnya berpotensi menguat dengan potensi pelemahan dollar AS setelah memudarnya harapan kenaikan suku bunga AS. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 20,70 sen dan 21,20 sen. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 19,70  sen dan 19,20 sen.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here