Dolar AS Lemah, Minyak Mentah Melonjak

425

Pasar Amerika Serikat hari Senin libur memperingati hari Buruh. Bursa Wall Street akan kembali dibuka hari ini. Bursa Wall Street akan mencermati rilis data pertumbuhan sektor jasa melalui indeks Markit Services dan ISM Non Manufacturing yang diindikasikan melemah. Jika hasil ini terealisir akan menekan bursa Wall Street.

Bursa Asia pagi ini dibuka mixed. Pasar Asia akan mencermati keputusan suku bunga Australia. Terpantau Indeks Nikkei naik 0,16% pada 17.065,07 terbantu pelemahan yen. Indeks ASX 200 turun 0,33 % pada 5.411,80 tertekan pelemahan subindex  sektor bahan  dan keuangan. Indeks Kospi flat 0,08 persen pada 2.061,83.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan Senin malam naik 1,42 persen di 45,07 dollar per barel, setelah setelah pernyataan bersama dari Arab Saudi dan Rusia untuk kerjasama mendukung pasar minyak. Harga minyak mentah pada perdagangan selanjutnya berpotensi naik terdukung pelemahan dollar AS dan optimisme pembicaraan pembekuan produksi.

Sedangkan harga emas spot pada perdagangan Senin malam berakhir naik 0,1 persen pada 1,325.70 dollar per tory ons, karena dolar AS merosot terpicu meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga AS segera setelah data Non Farm Payrolls AS di bawah perkiraan pekan lalu. Harga emas masih berpotensi naik dengan meredanya harapan kenaikan suku bunga AS.

Dari pasar valas, mata uang Yen berada sekitar satu bulan terendah terhadap dolar pada hari Selasa setelah Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengisyaratkan kesiapannya untuk memperluas program stimulus yang sudah besar dalam sambutannya pada hari Senin, namun tidak memberikan petunjuk eksplisit pada kemungkinan BOJ melakukan pelonggaran kebijakan di review berikutnya pada 20-21 September ini. Pagi ini terpantau EURUSD turun tipis 0,01 % pada 1.1145.. GBPUSD naik 0,08 % pada 1.3314, USDJPY naik 0,22 persen pada 103.64. Malam nanti akan dirilis data Markit Services dan ISM Non Manufacturing AS yang diindikasikan melemah. Jika terealisir akan menekan dollar AS.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan Senin sore (05/09) berakhir naik tipis 0,07 persen pada 5356,95. Penguatan IHSG terdorong penguatan Rupiah setelah data NFP AS melemah memudarkan harapan kenaikan suku bunga AS. Namun kenaikan semakin turun tergerus aksi profit taking khususnya investor lokal. Kenaikan harga minyak mentah semalam dan memudarnya harapan kenaikan suku bunga AS memicu penguatan Rupiah, akan menjadi sentiment positif penguatan IHSG.  Secara teknikal  pergerakan   IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5318-5338 dan resisten 5387-5417. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: ADHI, SMGR, BBTN, dan SCMA.

Data indikator ekonomi yang perlu dicermati hari ini adalah  Keputusan Suku Bunga Australia, Pertumbuhan Ekonomi Swiss Q2, Pertumbuhan Ekonomi Q2 Zona Eropa, Markit PMI Services, ISM Non Manufacturing PMI Agustus AS.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here