Harga Gula ICE Diperkirakan Naik Terdorong Pelemahan Dollar AS dan Kenaikan Minyak Mentah

468

Pasar AS pada hari Senin kemarin libur memperingati hari buruh. Demikian juga perdagangan bursa gula berjangka ICE libur. Harga gula berjangka ICE ditutup naik pada akhir perdagangan bursa ICE Futures New York akhir pekan Sabtu dini hari (03/09). Harga komoditas ini mengalami penguatan terdukung pelemahan dollar AS dan kenaikan harga minyak mentah.

Pada penutupan perdagangan Rabu dini hari harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Oktober 2016 terpantau rebound. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup naik tinggi sebesar 0,59 sen atau setara dengan 3,01 persen pada posisi 20,18 sen per pon.

Malam nanti akan dirilis data Markit Services PMI dan ISM Non Manufacturing AS bulan Agustus yang diindikasikan melemah. Jika hasil ini terealisir, akan berpotensi melemahkan dollar AS.

Harga minyak juga diperkirakan meningkat dengan adanya kesepakatan pembicaraan Rusia – Arab Saudi untuk menstabilkan pasar minyak.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga gula berjangka untuk perdagangan selanjutnya berpotensi menguat dengan potensi pelemahan dollar AS dan kenaikan minyak mentah. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 20,70 sen dan 21,20 sen. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 19,70  sen dan 19,20 sen.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here