Harga Kakao Naik Terbantu Pelemahan Dollar AS dan Pengetatan Pasokan

442

Harga kakao berjangka ICE Futures pada akhir perdagangan Rabu dinihari (07/09) ditutup naik. Penguatan harga kakao terpicu pelemahan dollar AS dan pengetatan pasokan.

Kenaikan harga kakao juga didukung pelemahan dollar AS. Indeks dolar terakhir turun 1,03 persen terhadap sekeranjang mata uang di 94,86. Dolar AS melemah di tengah prospek lebih rendah untuk Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan September.

Pelemahan dollar AS juga terjadi setelah pertumbuhan sektor jasa AS Agustus merosot.

Indeks Non Manufaktur Institute of Supply Management (ISM) menurun tajam ke 51,4 untuk bulan Agustus dari 55,5 bulan sebelumnya. Hasil ini merupakan angka terendah sejak Februari 2010 dan akan merusak kepercayaan terhadap prospek ekonomi secara keseluruhan. 

Lihat : Pertumbuhan Non Manufaktur AS Agustus Merosot Terendah 6,5 Tahun

Melemahnya dolar AS membuat komoditas kakao yang berbasis dolar ini menjadi lebih murah dalam mata uang lainnya.

Kenaikan harga kakao juga didukung pengetatan pasokan. Dealer mengatakan pasar tetap didukung oleh akhir lemah dari tanaman tahun 2015/16 dan harapan dari awal yang lambat untuk musim 2016/17 yang dimulai pada 1 Oktober di Pantai Gading.

Kedatangan Kakao di pelabuhan di penumbuh atas Pantai Gading mencapai sekitar 5.000 ton antara 29 Agustus dan 4 September, turun dari 22.000 ton pada periode yang sama tahun lalu.

Lihat : Harga Kakao ICE Berpotensi Naik Dengan Pelemahan Dollar AS

Di akhir perdagangan dini hari tadi harga kakao berjangka kontrak Desember 2016 yang merupakan kontrak paling aktif terpantau ditutup dengan membukukan peningkatan. Harga komoditas tersebut ditutup naik sebesar 23 dollar atau 0,79 persen pada posisi 2.923 dollar per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya berpotensi menguat dengan sentimen defisit produksi dan pelemahan dollar AS. Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk menembus level Resistance pada posisi 2.950 dollar. Jika level Resistance tersebut berhasil ditembus level selanjutnya adalah 3.000 dollar. Sedangkan level Support yang akan ditembus jika terjadi penurunan ada pada 2.850 dollar dan 2.800 dollar.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here