Bursa Seoul 9 September dan Mingguan Kompak Merosot 1 Persen

533
indeks kospi

Pada penutupan perdagangan bursa saham Korea Selatan Jumat (09/09), indeks Kospi berakhir turun -25.86 poin, atau -1,25 persen, menjadi ditutup pada 2,037.87.  Pelemahan indeks Kospi terpicu kekuatiran uji coba nuklir Korea Utara dan penurunan tajam saham Samsung.

Bursa Saham Korea Selatan dibuka lemah di terganjal pelemahan bursa Wall Street, dan memperpanjang kerugian menyusul berita bahwa Korea Utara telah melakukan uji coba nuklir kelima menentang tekanan internasional untuk menghentikan program nuklirnya.

Hasil buruk perdagangan saham di akhir pekan, membuat indeks Kospi juga merosot 1 persen pada minggu ini.

Korea Utara melakukan uji coba nuklir kelima dengan gempa besar terdeteksi di dekat situs nuklirnya di wilayah timur laut nya.

Korea Utara mengklaim bahwa tes nuklirnya berhasil, memicu kekhawatiran atas ketegangan geopolitik di kawasan itu di tengah upaya internasional untuk mengekang ambisi nuklir negara itu.

Para analis mengatakan uji nuklir Korut mungkin memiliki dampak yang terbatas pada pasar saham lokal.

Seperti yang diharapkan secara luas, Bank of Korea, bank sentral negara itu, mempertahankan suku bunga acuan pada rekor rendah 1,25 persen.

Pada akhir perdagagan, saham Samsung Electronics merosot 3,9 persen dengan investor asing melepas saham untuk mengunci beberapa keuntungan. Produsen terbesar di dunia smartphone telah rally dalam beberapa pekan terakhir di tengah harapan peningkatan laba.

Saham Naver, operator portal Internet atas, menumpahkan 2,53 persen. Saham SK hynix, pembuat chip utama, maju 0,65 persen.

Saham Hyundai Motor, produsen mobil negara atas, naik 0,36 persen, sementara AmorePacific, pembuat kosmetik No 1, turun 2,26 persen. Saham POSCO, perusahaan baja negara no 1, tetap datar .

Mata uang lokal ditutup pada 1,098.40 won terhadap dolar AS, turun 5,8 won dari penutupan sesi sebelumnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya indeks Kospi akan mencermati perkembangan uji coba nuklir Korea Utara dan pergerakan bursa Wall Street serta harga minyak mentah, yang jika negatif maka dapat menekan bursa.


Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center

Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here