Harga Gula ICE Turun Terpicu Penguatan Dollar AS dan Pemulihan Cuaca

306

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York Jumat dini hari (09/09) berakhir turun tertekan penguatan dollar AS dan pemulihan cuaca.

Indeks dolar, yang mengukur dollar terhadap sekeranjang mata uang, naik 0,1 persen pada 95,06. Pemulihan dolar setelah Bank Sentral Eropa mempertahankan program stimulus ekonomi.

Menguatnya dolar AS membuat komoditas gula yang berdenominasi dolar ini menjadi lebih mahal dalam mata uang lainnya, sehingga permintaan menurun.

Brasil, produsen terbesar di dunia, telah melihat cuaca hujan, mengurangi bahaya cuaca kering untuk tanaman tahun depan tapi bisa menunda panen tahun ini.

“Cuaca, seperti biasa, mungkin akan lebih penting bagi komoditas lunak dari biji-bijian dan minyak sayur mengingat permintaan dan pasokan situasi yang sudah ketat, terutama untuk gula dan kopi,” kata Societe Generale.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Oktober 2016 terpantau mengalami penurunan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup melemah sebesar -0,07 sen atau setara dengan -0,34 persen pada posisi 20,22 sen per pon.

Lihat : Harga Gula ICE Naik Terdukung Kenaikan Minyak Mentah

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah dengan potensi penguatan dollar AS setelah keputusan ECB.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Support pada posisi 19,70 sen dan 19,20 sen. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi kenaikan harga ada pada posisi 20,70 sen dan 21,20 sen per pon.


Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center

Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here